Diduga Kebocoran Tabung Gas, Pemkot Bekasi Panggil Pemilik SPBE Cimuning yang Meledak dan Terbakar
Irwan Wahyu Kintoko April 02, 2026 12:17 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Kota Bekasi akan memanggil pemilik Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, saat meninjau lokasi kebakaran SPBE Cimuning, Kamis (2/4/2026).

"Kami sedang coba panggil pemiliknya untuk klarifikasi," kata Harris.

Harris menjelaskan, pemanggilan pemilik tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab kebakaran SPBE Cimuning Bekasi yang diduga berasal dari kebocoran tabung gas.

Baca juga: Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi Bertambah Jadi 12 Orang, Luka Bakar 70 Persen

Namun Harris tidak menjelaskan waktunya, kapan akan mengklarifikasi pemilik SPBE Cimuning.

"Sumber kebakaran, menurut saksi, kebocoran saat pengisian tabung besar," kata Harris.

Lokasi kebakaran juga akan diinvestigasi oleh tim Laboratorium Forensik Mabes Polri.

"Polisi mulai turun untuk investigasi," katanya.

Baca juga: 10 Korban Alami Luka Bakar Serius di Kebakaran SPBE Bekasi, Malam Mencekam di Cimuning

Sebelumnya, kebakaran yang melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpigi (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam, menghanguskan ribuan meter lahan yang mengakibatkan kerusakan berat.

Lahan yang terbakar sekitar 2.000 meter persegi.

"Dugaan sementara akibat adanya arus pendek listrik," ujar Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi, Heryanto.

Akibat kebakaran itu, hampir seluruh area SPBE mengalami kerusakan berat.

Baca juga: Ledakan di SPBE Cimuning Disusul Semburan Api yang Lumat Rumah dan Ketenangan Warga

Menurut Heryanto, kebakaran terjadi saat SPBE tengah beroperasi sehingga meningkatkan risiko, termasuk potensi ledakan gas.

Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena kebakaran melibatkan gas yang memerlukan penanganan khusus.

"Gas seperti ini perlu penanganan khusus dan harus dipetakan di mana titik apinya," ujarnya.

Petugas harus ekstra hati-hati untuk mencegah potensi ledakan susulan, sehingga penanganan berlangsung lebih kompleks dibanding kebakaran biasa.

 

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.