Tim Advokasi Ungkap Dugaan Operasi Intelijen di Kasus Andrie Yunus, Beberkan Bukti 16 Orang Terlibat
Ni'amu Shoim Assari Alfani April 02, 2026 12:42 PM

- Tim Advokasi Untuk Demokrasi (TAUD) membeberkan temuan terbaru terkait kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus pada Senin (30/03/2026).

Mereka menduga kuat ada setidaknya 16 pelaku yang terlibat secara terorganisir dalam kejadian tersebut. 

TAUD juga menyoroti penggunaan alat berteknologi khusus yang disebut tidak dapat diakses publik dan mengindikasikan pola operasi intelijen. 

Selain jumlah pelaku lapangan yang diperkirakan mencapai sedikitnya 16 orang, hal itu juga terlihat dari pola pergerakan mereka, mulai dari penguntitan, eksekusi, hingga pascapenyiraman. 

Selain itu, diduga terdapat aktor intelektual yang menjadi dalang di balik operasi tersebut, meski tidak berada langsung di lapangan.

Dari berbagai rekaman kamera pemantau, keenam belas orang tersebut diduga saling bertemu dan berkomunikasi secara berkesinambungan. 

Beberapa yang teridentifikasi adalah dua pelaku penyiraman yang berangkat dari kawasan Jalan Panglima Polim menuju Jakarta Pusat, tepatnya ke sekitar kantor YLBHI di Jalan Diponegoro. 

Selain itu, tampak pula sejumlah pelaku lain yang diduga mengawasi kantor YLBHI saat Andrie Yunus berada di lokasi. 

Beberapa titik yang disebut menjadi lokasi pemantauan adalah kawasan seberang kantor YLBHI dan tepi jalan di sekitar Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.