WARTAKOTALIVECOM -- Ketegangan hubungan transatlantik kembali mencuat di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik tajam terhadap Perancis setelah negara tersebut dilaporkan menolak memberikan akses wilayah udaranya bagi pesawat militer Amerika yang menuju Israel.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Selasa, 31 Maret 2026, Trump menyampaikan kemarahannya secara terbuka.
Ia menuding Perancis tidak menunjukkan solidaritas dalam menghadapi konflik dengan Iran. “Amerika Serikat akan mengingatnya!!!” tulis Trump, menegaskan kekecewaannya atas sikap sekutu tradisional tersebut.
Sumber yang dikutip Reuters menyebutkan bahwa penolakan itu terjadi pada akhir Maret 2026.
Langkah tersebut disebut sebagai yang pertama kalinya dilakukan Perancis sejak pecahnya konflik Iran, menandai perubahan sikap yang cukup signifikan dalam dinamika hubungan militer dan diplomatik kedua negara.
Di sisi lain, Presiden Perancis, Emmanuel Macron, tidak secara langsung menanggapi pernyataan Trump.
Namun, dalam kunjungannya ke Tokyo, Jepang, pada Rabu, 1 April 2026, Macron menyampaikan kritik yang dinilai menyindir sikap Amerika Serikat. Ia menyinggung tentang negara-negara yang dinilainya bergerak cepat namun tidak konsisten dalam mengambil keputusan strategis.
“Anda tidak tahu apakah lusa mereka masih berada di posisi itu, dan apakah besok mereka tidak akan membuat keputusan yang bisa merugikan Anda tanpa memberi tahu,” ujar Macron, dalam pernyataan yang mencerminkan kegelisahan atas dinamika kebijakan luar negeri Washington yang dinilai berubah-ubah.
Perselisihan ini mencerminkan retaknya koordinasi di antara sekutu Barat dalam merespons konflik yang kian meluas di kawasan Timur Tengah.
Penolakan akses wilayah udara bukan sekadar isu teknis, melainkan juga sinyal politik yang dapat berdampak pada efektivitas operasi militer serta hubungan diplomatik jangka panjang.
Di tengah meningkatnya ketegangan global, perbedaan sikap antara Washington dan Paris menambah kompleksitas situasi.
Hubungan yang selama ini menjadi pilar kerja sama keamanan internasional kini diuji oleh kepentingan nasional masing-masing negara, yang semakin terlihat berseberangan dalam menghadapi konflik Iran.