Aktivitas Gunung Merapi Kamis 2 April 2026 Siang : BPPTKG Catat 35 Kali Gempa Guguran
Muhammad Fatoni April 02, 2026 03:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi tercatat mengalami 35 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-32 mm dan lama gempa 32.52-144.73 detik

Hal itu berdasarkan catatan laporan BPPTKG Yogyakarta sepanjang periode pengamatan siang hari ini, Kamis (2/4/2026), pukul 06.00-12.00 WIB. 

Selain itu, tercatat pula 21 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-79 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 10.57-33.34 detik.

 Serta 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 30 mm, dan lama gempa 11.59 detik.

BPPTKG juga mencatat 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5-47.77 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 43.97-143.4 detik.

Hingga saat ini, Balai Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) masih menetapkan Level III (Siaga) untuk gunung berapi aktif di perbatasan DIY dan Jawa Tengah tersebut.

Untuk pengamatan visual, Gunung Merapi tertutup kabut 0-III. Asap kawah nihil. 

Dari sisi klimatologi, cuaca di kawasan puncak Merapi mendung, angin tenang ke arah timur.

 Suhu udara sekitar 20.8-23.8°C. Kelembaban 87.6-96.9 persen. Tekanan udara 873.8-917.3 mmHg.

Baca juga: Harapan Sri Sultan HB X dalam Mangayubagyo Yuswa Dalem ke-80: Lir Gumanti

Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.