Geruduk Kantor DPRK, Aliansi RGM Tuntut Kejelasan Distribusi Bantuan dan Perbaikan Infrastruktur
Mawaddatul Husna April 02, 2026 04:54 PM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Bustami | Bener Meriah

TribunGayo.com, REDELONG - Puluhan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah tergabung dalam aliansi Rakyat Genap Mufakat (RGM) mendatangi kantor DPRK Bener Meriah, Kamis (2/4/2026).

Pantauan Wartawan TribunGayo.com Bustami di lapangan kedatangan para tokoh ini bukan tanpa alasan melainkan menyampaikan sejumlah permasalah yang terjadi di Bener Meriah, termasuk pascabencana.

Perwakilan RGM, Sutrisno, dihadapan Ketua dan anggota DPRK, menyampaikan tuntutannya dengan lantang. 

Ia menyoroti lambannya respons pemerintah dalam menangani dampak bencana yang terjadi.

​Selain itu, ia mempertanyakan fungsi pengawasan DPRK serta menuntut transparansi anggaran penanganan bencana, baik yang bersumber dari APBD maupun donasi pihak ketiga.

​"Kehadiran kami merupakan bentuk kepedulian terhadap Bener Meriah.

Kondisi pascabencana sangat memprihatinkan, terutama pada infrastruktur jalan dan jembatan," ujar Sutrisno.

Ia mencontohkan kondisi jembatan Wih Kanis yang menghubungkan Kecamatan Bandar dan Mesidah yang hingga kini belum diperbaiki.

Menurutnya, kerusakan tersebut telah melumpuhkan urat nadi ekonomi masyarakat.

​"Pernahkah Bapak turun langsung ke sana? Sedih melihatnya.

Pertumbuhan ekonomi masyarakat terhambat, bahkan lumpuh karena kondisi jembatan yang tidak layak dan rawan kecelakaan," tegasnya.

Tak hanya infrastruktur, massa juga menyoroti pembangunan Hunian Sementara (Huntara) yang dibangun diatas tanah pribadi milik Bupati. 

Masalah pendataan korban bencana yang dianggap tidak tepat sasaran juga menjadi poin penting yang disampaikan dalam aksi tersebut.

DPRK Tampung Aspirasi Massa

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRK Bener Meriah, MHD Saleh, menyatakan bahwa pihaknya telah menampung seluruh aspirasi massa.

Ia menjelaskan bahwa DPRK telah membentuk Tim Panitia Khusus (Pansus) Penanggulangan Bencana.

​"Langkah ini diambil untuk mengungkap persoalan secara menyeluruh serta memastikan pengelolaan anggaran bencana berjalan transparan dan akuntabel," kata Saleh.

​Ia menambahkan bahwa Tim Pansus saat ini tengah bekerja dan akan segera menyampaikan laporan hasil temuan mereka.

​"Hasil kerja tim akan disampaikan dalam Rapat Paripurna yang terbuka untuk umum. Kami mohon masyarakat bersabar agar tim dapat bekerja secara maksimal," tutupnya. (*)

Baca juga: Dominan Berawan, Berikut Prediksi Cuaca Bener Meriah Besok 2 April 2026

Baca juga: Harga Emas di Bener Meriah Kian Pedas, Emas Murni Tembus Rp2,5 Juta/Gram

Baca juga: Tuntut Kejelasan Anggaran PORA, Pengurus Cabor Datangi Kantor DPRK Bener Meriah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.