Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM-Sebanyak 10 lapak di Pasar Batu Merah, Kota Ambon dibongkar, Kamis (2/4/2026).
Puluhan lapak ini dibongkar tanpa ada perlawanan dari pedagang.
Berdasarkan Pantauan TribunAmbon.com, terlihat satu unit alat berat berupa eksavator dan truk besar, mengangkut material hasil pembongkaran.
Terlihat petugas pekerja dan juga pengawasa di lokasi, untuk memantau proses pekerjaan.
Material yang dibongkar dan dibersihkan didominasi berbahan kayu dan sebagian bahan kendaraan bekas.
Salah seorang pengawas, Ongen, menjelaskan pengerjaan dilakukan sejak dua hari sebelumnya, ini hari ketiga dan diusahakan sampai selesai.
Dikatakannya juga mulai dari pembongkaran hingga saat ini tidak adanya perlawanan dari pedagang.
"Kita sudah tiga hari kerja, dan insyaallah akan selesai di hari ini, sampai saat ini tidak ada perlawanan dari pedagang," ujarnya saat diwawancarai TribunAmbon.com.
Baca juga: Aniaya Siswa Hingga Tewas, Berkas Perkara Mesias Siahaya Diserahkan ke Penuntut Umum
Baca juga: Harga Emas Terbaru Rabu, 2 April 2026: Naik Rp 3.039.000 per Gram
Lanjutnya, pembongkaran nantinya di kawasan Pasar Batu Merah dengan lebar sekitar 276 dan panjang ke laut 20 meter.
Dijelaskan, pembongkaran ini nantinya akan sebagai lokasi untuk sandarnya kapal tongkang yang membawa alat berat dan material pembangunan.
Saat proses pembongkaran, aktifitas lalu lintas terpantau lancar.
Hingga saat ini proses pembongkaran masih dilakukan.
Pembongkaran ini menyusul pembangunan Pasar Hatukau Water Front City.
Ditandai dengan digelarnya seremoni groundbreaking pada 8 April 2026 mendatang.
Proyek ini mengusung konsep "water front city" yang memaksimalkan keindahan panorama Teluk Ambon sebagai daya tarik utamanya.
Sekaligus menjadi simbol transformasi kawasan perdagangan tradisional menuju ruang ekonomi modern yang terintegrasi dengan potensi wisata pesisir.
Groundbreaking tersebut direncanakan akan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, diantaranya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena, dan Raja Negeri Batumerah, Ali Hatala. (*)