Disdukcapil Catat 1.776 Pendatang Baru ke Jakarta, Paling Banyak Berasal dari Jawa Barat
Wahyu Septiana April 02, 2026 02:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) mencatat 1.776 pendatang baru masuk ke Ibu Kota setelah arus mudik Lebaran 2026.

Data tersebut dihimpun sejak Rabu (25/3/2026) hingga Rabu (1/4/2026).

“Total pendatang baru pasca Lebaran mulai tertanggal 25 sampai hari ini berjumlah 1.776,” ujar Kepala Disdukcapil DKI Jakarta, Denny Wahyu Haryanto, dikutip dari Kompas.com, Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan data Disdukcapil, faktor keluarga menjadi alasan utama pendatang pindah ke Jakarta, dengan persentase mencapai 32,97 persen.

Alasan lainnya tercatat sebesar 28,56 persen, diikuti faktor pekerjaan 17,12 persen, perumahan 17,12 persen, serta pendidikan 3,03 persen.

Dari sisi jenis kelamin, jumlah pendatang relatif seimbang, yaitu 885 perempuan dan 891 laki-laki.

Mayoritas dari Pulau Jawa

Jika dilihat dari daerah asal, pendatang paling banyak berasal dari sejumlah provinsi di Pulau Jawa.

Jawa Barat menjadi penyumbang terbesar dengan persentase 38,87 persen.

Disusul Jawa Tengah 20,24 persen, Banten 14,15 persen, Sumatera Utara 10,85 persen, dan Jawa Timur 7,49 persen.

MUDIK LEBARAN 2026 - Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat tampak dipadati oleh para calon pemudik
MUDIK LEBARAN 2026 - Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat tampak dipadati oleh para calon pemudik (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Sementara berdasarkan kota asal, pendatang terbanyak berasal dari Bekasi 6,02 persen, Bogor 5,5 persen, Depok 4,77 persen, Kota Tangerang 3,75 persen.

Tren Pendatang Baru Menurun

Denny mengungkapkan, dibandingkan beberapa tahun terakhir, jumlah pendatang baru pasca Lebaran tahun ini menunjukkan tren penurunan.

“Kalau lihat tren tiga tahun terakhir sepertinya terjadi penurunan,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa data ini masih bersifat sementara.

Disdukcapil masih menunggu rekapitulasi layanan administrasi kependudukan yang berlangsung hingga 25 April 2026.

“Untuk tahun ini masih menunggu data layanan Adminduk mulai dari 25 Maret sampai dengan 25 April 2026 nanti,” jelas Denny.

Jemput Bola

Untuk mempercepat pendataan, Disdukcapil akan melakukan metode jemput bola, menggandeng pemerintah kota/kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan.

Kegiatan ini berupa sosialisasi dan pembinaan administrasi kependudukan di tingkat RW, yang dijadwalkan berlangsung 1 hingga 20 April 2026.

Denny menegaskan, kegiatan tersebut bukan operasi yustisi, melainkan upaya pembinaan agar pendatang tertib administrasi.

“Ini bukan operasi yustisi, tapi pembinaan agar pendatang tertib administrasi dan tercatat secara resmi,” jelasnya.

Berita Lainnya

Baca juga: Pendatang Baru Mulai Serbu Jakarta, Pemprov DKI Mulai Pendataan Tanpa Operasi Yustisi

Baca juga: Jakarta Masih Jadi Magnet Urbanisasi, DPRD DKI Minta Pendatang Tak Cuma Berharap Keberuntungan

Baca juga: 12 Ribu Pendatang Diprediksi Serbu Jakarta Setelah Lebaran, Pramono Kasih Peringatan Keras

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.