Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Empat rumah warga di Desa Sukarami, Kecamatan Kota Padang, Rejang Lebong, hangus terbakar pada Kamis (2/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.
Setidaknya, api menghanguskan empat unit rumah semi permanen milik warga setempat.
Kobaran api diduga berasal dari kabel tiang listrik yang menyambar satu rumah warga, kemudian membesar.
Akibat kejadian ini, kerugian materil ditafsir mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong, Andy Ferdian, mengatakan pihaknya langsung menuju lokasi setelah menerima laporan.
Ada dua unit mobil pemadam yang dikerahkan dari Pos Kota Padang dan Pos PUT.
Sebanyak 4 unit rumah milik warga terbakar saat kejadian berlangsung.
"Saat menerima informasi kita langsung menurunkan mobil pemadam, api dengan cepat membesar hingga total ada 4 rumah yang terbakar,"jelas Andy kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Kamis siang.
Api Diduga Berasal dari Korsleting Listrik
Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunBengkulu.com, api diduga berasal dari korsleting listrik yang kemudian mengenai rumah milik Sumardi (36).
Percikan api kemudian menyambar bagian bangunan dan dengan cepat membesar.
Seorang saksi yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak memanggil pemilik rumah karena api sudah membakar bagian depan.
Warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual dengan peralatan seadanya.
Namun, karena bangunan sebagian berbahan papan dan jarak rumah berdekatan, api dengan cepat merambat ke tiga rumah lainnya.
Yakni, menyambar rumah milik Sairul (33), Sahur (54), dan Ramino (27).
Saat petugas tiba, api sudah membesar dan proses pemadaman dilakukan bersama masyarakat serta dibantu Polsek dan Koramil setempat.
Hingga akhirnya, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 02.30 WIB atau sekitar satu jam pasca dilaporkannya terjadinya kebakaran.
Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir melalui Kasi Humas, AKP M Hasan Basri, menjelaskan kebakaran tersebut menghanguskan empat rumah warga.
Akibat kejadian ini, kerugian yang dialami para korban ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Karena selain membakar rumah, kebakaran juga menghanguskan satu unit mobil dan satu sepeda motor milik warga.
"Secara keseluruhan, total kerugian materil diperkirakan mencapai sekitar Rp 465 juta lebih,"jelas Hasan.
Hasan merincikan, rumah pertama mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta, rumah kedua sekitar Rp 100 juta hingga Rp150 juta, dan rumah ketiga sekitar Rp 100 juta hingga Rp 180 juta.
Sementara satu rumah lainnya hanya terbakar pada bagian dapur dengan kerugian sekitar Rp 15 juta.
Tidak Ada Korban Jiwa
Dalam kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.
Sayangnya, api dengan cepat membesar sehingga mereka tidak mampu menyelamatkan barang-barang berharganya.
Penyelidikan Polisi
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta berkoordinasi dengan pihak PLN untuk memastikan penyebab kebakaran.
Diduga sementara, penyebab kebakaran berasal dari tiang kabel listrik yang ada di dekat rumah korban Sumardi.
"Diduga karena korsleting listrik di tiang kabel, tapi saat ini kita masih lakukan penyelidikan,"tutup Hasan.
Sementara itu, situasi di lokasi telah dinyatakan aman dan kondusif, serta para korban masih melakukan penanganan pasca kejadian.
Para korban untuk sementara waktu mengungsi ke rumah keluarga atau tetangga terdekat.