PROHABA.CO - Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) pada Kamis, 2 April 2026, sekitar pukul 06.48 WITA.
Pusat guncangan berada di Kota Bitung, namun getaran kuat dirasakan hingga Manado, Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, Bolsel, Boltim, Gorontalo, bahkan sampai ke Ternate, Maluku Utara.
Kepanikan warga tidak terhindarkan, terutama di kawasan permukiman padat.
Di sejumlah wilayah pesisir, fenomena perubahan muka air laut sempat terjadi.
Di Pulau Bangka, tepatnya di Lihunu, Minahasa Utara, air laut dilaporkan naik lalu turun drastis.
Sementara di Lembeh dan pintu masuk Kota Bitung, air laut naik cepat hingga mencapai badan jalan.
Sebaliknya, di Belang, air laut justru surut secara ekstrem.
Situasi ini membuat warga berhamburan keluar rumah.
Di kompleks Perumahan Viola Land 2, Matungkas, Minahasa Utara, warga terlihat panik, sebagian berlari tanpa sempat mengenakan pakaian lengkap, bahkan ada yang sambil membawa bayi dan menggendong anak-anak demi menyelamatkan diri.
Baca juga: Gempa 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Gedung KONI Runtuh dan Satu Korban Jiwa
Kerusakan Bangunan dan Korban Jiwa
Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di sejumlah titik.
Dinding RS Siloam Manado mengalami retak, plafon Gereja Katolik Paroki Bhky Rumengkor runtuh, dan Gereja Jemaat Imanuel Bitung juga mengalami kerusakan.
Di Kota Manado, rumah warga di Kelurahan Banjer Lingkungan II rusak, termasuk perabot rumah tangga yang hancur akibat guncangan.
Fasilitas umum tak luput dari dampak.
Gedung olahraga milik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Manado pun dilaporkan rusak.
Selain kerusakan fisik, seorang warga dikabarkan meninggal dunia, meski detail penyebabnya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.
Peringatan Dini Tsunami
Pasca gempa, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini tsunami.
BMKG mencatat gempa terjadi sekitar pukul 05.48 WIB atau 06.48 WITA dengan magnitudo awal 7,3–7,6.
Pusat gempa berada di laut, sekitar 127–129 kilometer tenggara Kota Bitung, dengan kedalaman 18–62 kilometer.
Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, sejumlah wilayah di Maluku Utara dan Sulawesi Utara berpotensi terdampak tsunami dengan status berbeda, yakni Siaga dan Waspada.
Warga diimbau tetap waspada, menjauhi wilayah pesisir, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan lembaga terkait untuk menghindari risiko lanjutan.
Baca juga: Satresnarkoba Polres Aceh Selatan Ungkap Tiga Kasus Narkoba dalam Satu Malam, 124 Gram Sabu Disita
Untuk status Siaga, wilayah yang diperkirakan terdampak lebih awal meliputi Kota Ternate (05:53 WIB), Halmahera (05:54 WIB), Kota Tidore (05:56 WIB).
Sementara di Sulawesi Utara, yang diperkirakan terdampak Kota Bitung (06:12 WIB), Minahasa bagian selatan (06:17 WIB), Minahasa Selatan dan Minahasa Utara bagian selatan (06:18 WIB).
Adapun wilayah dengan status Waspada yang diperkirakan terdampak Kepulauan Sangihe (06:14 WIB), Minahasa Utara bagian utara (06:15 WIB), Bolaang Mongondow bagian selatan (06:21 WIB).
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah tersebut untuk tetap tenang namun waspada, serta segera mengikuti arahan dari pihak berwenang guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan situasi di lapangan.
Warga diminta menjauhi wilayah pesisir, menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi, dan tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan.
Status SIAGA:
Kota Ternate (Maluku Utara) – estimasi tiba 05:53:14 WIB
Halmahera (Maluku Utara) – estimasi tiba 05:54:14 WIB
Kota Tidore (Maluku Utara) – estimasi tiba 05:56:14 WIB
Kota Bitung (Sulawesi Utara) – estimasi tiba 06:12:14 WIB
Minahasa bagian selatan (Sulawesi Utara) – estimasi tiba 06:17:14 WIB
Minahasa Selatan bagian selatan (Sulawesi Utara) – estimasi tiba 06:18:14 WIB
Minahasa Utara bagian selatan (Sulawesi Utara) – estimasi tiba 06:18:14 WIB
Status WASPADA:
Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara) – estimasi tiba 06:14:14 WIB
Minahasa Utara bagian utara (Sulawesi Utara) – estimasi tiba 06:15:14 WIB
Bolaang Mongondow bagian selatan (Sulawesi Utara) – estimasi tiba 06:21:14 WIB
Baca juga: Gempa Bumi 7,7 SR Mengguncang Myanmar dan Thailand, Runtuhkan Bangunan & Puluhan Meninggal
Baca juga: Waspada! Jalan Danau Paris Aceh Singkil Rawan Longsor Jelang Arus Mudik
Baca juga: Pemerintah Tetapkan WFH Setiap Jumat untuk ASN, Pelayanan Publik Tetap Berjalan