Mobil MBG Disalahgunakan, Dipakai Jemput di Bandara Lombok hingga Dipakai Piknik, BGN Telusuri
Ilham Fazrir Harahap April 02, 2026 02:55 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) diduga disalahgunakan untuk menjemput tamu di Bandara Lombok hingga viral di media sosial.

Sebuah unggahan video yang diduga memperlihatkan mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG), diduga dipakai untuk menjemput tamu di Bandara Lombok.

Dalam video tersebut tampak sejumlah orang masuk ke dalam mobil dengan stiker bertuliskan Badan Gizi Nasional (BGN) yang berhenti di sebuah parkiran.

"Mobil MBG dipakai jemput di Bandara Internasional Lombok, gimana ini Prabowo," kata seseorang dalam video viral tersebut. 

Baca juga: HASIL Kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korsel, Komitmen Bisnis Rp575 Triliun

Selain video tersebut, beredar video lain yang memperlihatkan mobil operasional MBG yang diduga dipakai piknik dan terparkir di sekitar kawasan pantai.

Kepala Regional SPPG NTB, Eko Prasetyo saat dikonfirmasi mengatakan masih menelusuri terkait keberadaan mobil operasional MBG dalam postingan video tersebut.

"Sedang ditelusuri dan diidentifikasi," terang Eko dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Kamis (2/4/2026). 

Eko menegaskan bahwa mobil operasional MBG tidak boleh digunakan untuk kegiatan lain, selain untuk mengantar dan mengambil ompreng MBG.

Setelah selesai mendistribusikan makanan MBG, mobil harus kembali ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga: SOSOK Cen Sui Lan, Bupati Natuna Hartanya Naik Tajam dalam Setahun, dari Rp1 M Jadi Rp293 M

"Hanya untuk mendistribusikan makanan ke penerima manfaat dan pengambilan ompreng, setelah makanan dikonsumsi oleh penerima manfaat (mobil) kembali ke SPPG," kata Eko. 

Eko menambahkan, pihaknya sangat terbuka dengan adanya dukungan dan pengawasan pelaksanaan program di wilayah.

 Jika ada temuan di lapangan masyarakat boleh melaporkan hal ini sebagai bahan evaluasi semua pihak termasuk untuk SPPG itu sendiri.

Baca juga: Tsunami Terjadi di Halmahera Barat dan Bitung, Sulawesi Utara Diguncang Gempa 7,6 Magnitudo

"Namun harapannya laporan itu dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dengan mencantumkan nama SPPG/lokasi serta memuat informasi penting lainnya sehingga kami di provinsi dapat cepat melakukan identifikasi," kata Eko dikutip dalam keterangan resmi. 

"Seperti halnya mobil distribusi yang disalahgunakan, harapannya dapat direkam secara utuh dengan memperlihatkan nomor polisi agar mudah kami identifikasi," tambah Eko.

(tribun-medan.com)

Sumber: kompas.com

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.