Apa Itu Grand Order of Mugunghwa yang Diterima Prabowo dari Korsel? Ini Jasa RI
GH News April 02, 2026 03:09 PM
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menerima penghargaan The Grand Order of Mugunghwa dalam kunjungannya ke Istana Kepresidenan Republik Korea pada Rabu (1/4/2026). Penghargaan ini pernah diterima Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya pada Oktober 2025 lalu. Lantas apa arti penghargaan tersebut?

Mengutip laman Korean Medals, The Grand Order of Mugunghwa merupakan penghargaan nasional tertinggi di Republik Korea. Penghargaan ini khusus diberikan oleh Presiden Republik Korea, serta Kepala Negara atau mantan Kepala Negara kepada negara sahabat.

Dalam laman Sekretariat Kabinet Republik Indonesia dikatakan bahwa penghargaan The Grand Order of Mugunghwa diberikan atas jasa yang luar biasa dalam mendukung pembangunan dan keamanan Republik Korea. Sementara Korean Medals menyebutkan, bagi banyak orang Korea, penghargaan ini tidak sebergengsi seharusnya karena diberikan sendiri oleh presiden dan bukan berdasarkan prestasi nyata selain berkaitan dengan presiden.

Sejarah Singkat The Grand Order of Mugunghwa

Penghargaan The Grand Order of Mugunghwa berkaitan dengan hubungan dekat Republik Korea dan Republik Tiongkok. Pada 1933, Republik Tiongkok memiliki penghargaan tertinggi bernama Grand Order of Brilliant Jade untuk kepala negara dari negara sahabat.

Kemudian pada 1949, Presiden Korea pertama, Syngman Rhee, mendirikan The Grand Order of Mugunghwa, dengan cara yang mirip dengan Grand Order of Brilliant Jade. Pada 15 Agustus 1949, penghargaan ini pertama dianugerahkan juga kepada Syngman Rhee dalam Upacara Pendirian Negara.

Penghargaan kedua diberikan kepada Presiden Jerman Barat, Heinrich Lübke, pada 8 Desember 1964. Penghargaan ini juga diberikan kepada pasangan kepala negara.

Seiring waktu, penghargaan ini terus diberikan kepada presiden Korea selanjutnya dan/atau presiden dari negara sahabat. Beberapa presiden atau kepala negara yang sudah mendapatkannya antara lain dari Malaysia, Thailand, China, Vietnam, Arab Saudi, Turki, Yordania, Prancis, Filipina, Spanyol, Ukraina, Italia, hingga Slovenia.

Pada 2018 lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menerima Grand Order of Mugunghwa. Kemudian pada Oktober 2025 lalu, Presiden AS Donald Trump juga menerima Grand Order of Mugunghwa, demikian dilansir dari Korea JoongAng Daily.

Terbaru, Presiden RI Prabowo Subianto juga mendapatkannya pada 1 April 2026.

Presiden Korea Pertama Menyumbangkan Medali Penghargaan untuk Kampusnya

Meski menjadi yang pertama mendapat penghargaan, Presiden Korea pertama, Syngman Rhee, justru menyumbangkan medali atau tanda kehormatan tersebut ke almamaternya. Ia menerima gelar BA pada tahun 1907 dari Universitas George Washington, gelar BA dari Universitas Harvard, dan gelar PhD dari Universitas Princeton.

Namun, tidak dilaporkan secara pasti kampus mana yang menerima sumbangan The Grand Order of Mugunghwa dari Syngman Rhee tersebut.

Presiden Soeharto dan SBY Pernah Mendapatkan The Grand Order of Mugunghwa

Presiden Prabowo menerima The Grand Order of Mugunghwa sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan peran dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea, termasuk dalam meningkatkan status kemitraan kedua negara menjadi Special Comprehensive Strategic Partnership.

Penghargaan yang diterima Presiden Prabowo terdiri atas sejumlah atribut kehormatan, yakni badge berupa pita, collar (kalung), star (bros), serta lapel badge (pin), yang seluruhnya dibuat dari logam mulia dan dihiasi batu permata.

Sejak pertama kali dianugerahkan pada tahun 1949, The Grand Order of Mugunghwa telah diberikan kepada lebih dari 100 tokoh dunia, baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk Indonesia sendiri, ini bukan kali pertama.

Sebelumnya, pada 1981, Presiden Soeharto beserta Ibu Negara Siti Hartinah menjadi yang pertama dari Indonesia yang menerima The Grand Order of Mugunghwa. Kemudian pada 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga meraih penghargaan yang sama.

fahri zulfikar
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan detikcom sejak 2019. Aktif meliput isu-isu pendidikan, riset & analisis, concern terhadap isu iklim dan lingkungan, serta menyukai dunia sepak bola. Kini jadi penulis buku.
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.