TRIBUNMANADO.CO.ID - Gempa berkekuatan 7,6 skala richter di kota Manado, provinsi Sulut, turut merusak infrastuktur pendidikan, Kamis (2/4/2026).
Amatan Tribunmanado.com, pagar belakang SDN 32 Manado roboh.
Selain itu dinding serta tehel retak.
Afni salah satu guru menuturkan, gempa terjadi saat sejumlah siswa telah berada di sekolah.
"Semua langsung berhamburan dari ruang kelas untuk keluar," katanya.
Baca juga: Sosok Deyce Lahia, Korban Tewas Gempa Bumi di Manado, Kakak Legenda Tinju Nasional Ilham Lahia
Di luar, suasana histeris.
Banyak siswa menangis.
Mereka lantas dipulangkan.
"Kami putuskan agar mereka dipulangkan," katanya.
Dikatakannya, sekolah itu rusak luar dalam akibat gempa.
Sebut dia, pagar belakang sekolah ambruk.
"Dinding dan tehel pun retak," katanya.
Ia menuturkan, retakan dinding mengotori ruang kelas.
Para guru musti berjuang keras menyingkirkannya.
Sebelumnya Sulut diguncang gempa bumi 7.6 skala richter, Kamis (2/4/2026).
Akibatnya kanopi di Gedung KONI Sulut di Sario Manado runtuh.
Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum membeber data terkini terkait korban Gempa Bumi di Manado.
Sebit dia, di Gedung KONI Sario Manado terdapat dua korban.
Satu teras dan satu luka luka.
"Ada pula seseorang yang melompat dari lantai dua sebuah bangunan, namun ia sudah diperiksa dan luka tak begitu parah," kata dia.
Korban lainnya adalah seseorang yang tengah berlari di seputaran jalan Pierre Tendean Manado.
Ia jatuh terhuyung.
Sebut dia, itu masih data sementara. Pihaknya masih mengupdate data kerusakan maupun korban.
Rasid Poli, seorang saksi mata menuturkan, saat kejadian ia tengah mencangkul di samping kanopi gedung KONI.
Tiba tiba terjadi gempa. Dalam keadaan kalut dilihatnya korban yang bernama Deice Lahia (69) berlari untuk menyelamatkan diri dari tempat tinggalnya di bagian bawah kanopi.
Sialnya ia tertimpa bangunan
"Ia tertimpa bangunan di bagian tengah kanopi," katanya.
Rasid mengaku kenal dekat dengan korban.
Deice sehari - harinya jualan di seputaran lapangan KONI Sario, Manado.
Sebut dia, Deice adalah kakak dari petinju kawakan Sulut Ilham Lahia.
Ia mengaku agak trauma.
Untuk menenangkan diri, ia duduk di kursi sambil minum air putih.
Sesekali ia menyesap rokok.
Saksi lainnya sempat memperingatkan oma untuk lari saat gempa.
Tapi Oma masih sibuk berkutat dengan tanaman ricanya. (Art)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini