Warga Bukit Besar Ubah Sampah Jadi Peluang, Pertamina Dorong Ekonomi Sirkular
Asmadi Pandapotan Siregar April 02, 2026 03:25 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui Program Pelikas (Pengelolaan Lingkungan berbasis Komunitas).

Program yang dijalankan melalui Integrated Terminal Pangkal Balam ini berhasil membawa perubahan nyata bagi warga Kelurahan Bukit Besar, Kota Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, khususnya dalam pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat.

Melalui program ini, warga tidak hanya diajarkan memilah sampah, tetapi juga mengolahnya menjadi produk bernilai guna dan ekonomis seperti eco enzyme serta budidaya maggot.

“Sebelumnya kami belum memahami cara mengelola sampah dengan baik. Sekarang, kami bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan bernilai ekonomi,” ujar Nurhayati, salah satu penerima manfaat program.

Seiring berjalannya program, perubahan signifikan mulai dirasakan. Lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, sementara kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah terus meningkat. Bahkan, sebagian warga kini berperan aktif sebagai agen perubahan dengan membagikan pengetahuan kepada pelajar, mahasiswa, hingga komunitas yang datang untuk belajar.

Salah satu di antaranya adalah Didik, local hero yang tumbuh dari program ini dan kini aktif mengedukasi berbagai pihak terkait pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kehadiran sosok seperti Didik menjadi bukti bahwa pemberdayaan yang tepat mampu menciptakan perubahan berkelanjutan dari dalam komunitas.

Program ini dijalankan bersama mitra binaan Sahabat Farm dan terus berkembang melalui berbagai inisiatif, mulai dari budidaya maggot, pembangunan rumah bibit dan rumah maggot dengan 26 biopon, hingga penyediaan kandang ternak serta akses air bersih melalui sumur bor di wilayah rawan kekeringan.

Dari budidaya maggot, masyarakat mampu menghasilkan hingga 20 kilogram per hari dengan potensi pendapatan mencapai Rp4,8 juta per bulan. Capaian ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang tepat tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Upaya kolaboratif ini juga mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak, di antaranya melalui penghargaan dari Wali Kota Pangkalpinang pada tahun 2024 atas inovasi SAHAM (Sahabat Maggot), serta capaian ProKlim Utama sebagai bentuk keberhasilan program berbasis masyarakat dalam pengendalian perubahan iklim.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk menciptakan kemandirian masyarakat secara berkelanjutan.

“Melalui Program Pelikas, kami tidak hanya mendorong peningkatan kesadaran lingkungan, tetapi juga membangun kapasitas ekonomi masyarakat berbasis prinsip ekonomi sirkular. Harapannya, program ini dapat terus berkembang, direplikasi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelas Rusminto.

Bagi warga Bukit Besar, perubahan ini bukan sekadar tentang pengelolaan sampah, melainkan transformasi menuju pola hidup yang lebih peduli lingkungan, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan.

Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), Tujuan 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). (*/E1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.