TRIBUNMANADO.CO.ID - Kepanikan akibat gempa bumi 7,6 yang melanda Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, turut dirasakan oleh Raihanan Fikri (22).
Warga Toli-Toli, Sulawesi Tengah tersebut sedang tidur di kamar kostnya, yang berada di depan Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VIII, Jalan Yos Sudarso, Kairagi Weru, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Ia tak sendiri tinggal di kamar tersebut. Mereka berlima. Semua asal Toli-Toli.
"Saya sedang tidur waktu itu. Teman-teman sekamar saya waktu itu sudah bangun dan beraktivitas seperti biasa," ujar dia.
Tiba-tiba dirinya terbangun karena merasakan guncangan yang cukup kencang.
Ia melihat, teman-temannya sudah keluar. Ia pun langsung ikut keluar.
"Waktu bangun dan keluar itu, belum sepenuhnya sadar," ujar dia.
Ia lantas melihat orang-orang sudah berlarian.
"Saat itu saya baru sepenuhnya sadar, dan langsung panik. Saya ikut lari juga, karena guncangan juga sudah semakin kuat terasa," ujar dia.
Tak sempat terfikir olehnya untuk menyelamatkan barang berharga atau sekedar ganti pakaian.
"Tidak sempat terfikir. Tidak sempat pakai baju bahkan. Saya lari cuman dengan celana pendek saja." ujar dia.
Di luar, Fikri sempat ikut membangunkan para penghuni kost yang lain.
"Sambil lari-lari itu saya teriak-teriak, gempa-gempa, keluar-keluar," kata dia.
Baginya, seumur hidup ini adalah gempa terkuat yang pernah ia rasakan.
"Ini yang pertama. Keras sekali. Belum pernah seumur hidup, baru kali ini," ujar dia.
Ia mengaku usai terjadinya gempa, orang tuanya di Toli-Toli sempat khawatir, karena informasi baik di media online maupun di sosmed cepat sekali menyebar.
"Mama telepon tanya kabar saya. Saya bilang Alhamdulilah, baik-baik saja," kata dia.
Fikri dan teman-temannya baru tiga hari di Manado. Keberadaan mereka di Kota Tinutuan ini karena sedang bersiap untuk ikut tes masuk Angkatan Laut di Kodaeral VIII.
Diketahui, berdasarkan laporan BMKG gempa berpusat di perairan Maluku yang tak jauh dari wilayah Sulawesi Utara.
Tak hanya menimbulkan kepanikan warga, gempa bumi ini juga turut merusak sejumlah material bangunan dan perabotan, serta merenggut nyawa seorang lansia di Manado.
Terinformasi lansia tersebut tertimpa aksesoris bangunan di kompleks Kantor KONI Sulawesi Utara (Sulut).
Korban yang diketahui bernama Deice Lahia (70) warga Tateli Kabupaten Minahasa itu berada di sekitar lokasi saat gempa terjadi.
Guncangan gempa yang sangat kuat merontokkan aksesori bangunan KONI dan menimpa Deice yang saat itu sedang melakukan aktivitas dagang UMKM di tempat tersebut.
BMKG dalam rilis yang diterima Tribun Manado menyebut, gempa bumi terjadi sekitar pukul 05:48:14 WIB di Perairan Laut Maluku berpusat di 1,21°LU - 126,25°BT .
Guncangan gempa bumi dirasakan di wilayah Ternate V-VI Skala MMI, Ibu V Skala MMI, Manado IV-V Skala MMI, Gorontalo Bone Bolango, Gorontalo Utara III Skala MMI.
WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK