SURYA.co.id, KEDIRI - Dinkes Kota Kediri memastikan kesiapan calon jemaah haji dengan menggelar vaksinasi wajib di sejumlah fasilitas kesehatan, Kamis (2/4/2026).
Program ini menyasar jemaah yang telah lolos pemeriksaan istithaah kesehatan, sebagai langkah pencegahan penyakit menular selama ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Seksi P2PM Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Supriyanto, menegaskan vaksinasi merupakan ketentuan wajib yang harus dipenuhi oleh setiap calon jemaah haji.
Baca juga: 224 CJH Ikuti Manasik Haji Kota Mojokerto, Berangkat ke Tanah Suci 6 Mei 2026
Aturan ini tidak hanya berasal dari Pemerintah Indonesia, tetapi juga dari Pemerintah Arab Saudi.
"Vaksinasi ini bertujuan untuk memberikan imunitas atau kekebalan tubuh bagi para jemaah. Ini sangat penting untuk mencegah penularan penyakit selama menjalankan ibadah haji, mengingat jemaah dari seluruh dunia berkumpul di sana," kata Hendik.
Ia menjelaskan, terdapat dua jenis vaksin utama yang diberikan kepada calon jemaah, yakni vaksin meningitis dan vaksin polio.
Kedua vaksin tersebut menjadi syarat penting guna melindungi jemaah dari risiko penyakit menular yang berpotensi terjadi selama pelaksanaan ibadah.
"Calon jemaah haji nanti mendapat dua vaksin utama, yakni vaksin meningitis dan vaksin polio," terangnya.
Lebih lanjut, Hendik menyebut jemaah yang mengikuti vaksinasi merupakan mereka yang telah lolos pemeriksaan kesehatan tahap awal.
Status istithaah kesehatan kini juga telah terintegrasi secara digital dan dapat dipantau melalui aplikasi resmi pemerintah.
Untuk menghindari antrean panjang dan penumpukan peserta, pelaksanaan vaksinasi dibagi dalam beberapa jadwal di berbagai lokasi.
Pada 2 April 2026, vaksinasi digelar di Puskesmas Campurejo, Pesantren 2, wilayah Kota Utara, dan Balowerti.
Selanjutnya, pada 7 April 2026 dilaksanakan di Sukorame, Mrican, Pesantren 1, dan Ngletih, serta pada 8 April 2026 untuk wilayah Kota Selatan.
Melalui program ini, diharapkan seluruh calon jemaah haji asal Kota Kediri dapat berangkat dalam kondisi fisik yang prima serta terlindungi dari berbagai potensi penyakit menular selama berada di Tanah Suci.
"Selain dua vaksin utama, jemaah juga diingatkan mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19 sebagai protokol kesehatan tambahan yang tetap diperhatikan," pungkasnya.