Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima
BULA, TRIBUNAMBON.COM – Aktivitas jual beli di Pasar Rakyat Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), terpantau semakin sepi dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini dikeluhkan para pedagang yang menggantungkan hidupnya dari aktivitas di dalam pasar.
Sepinya pasar diduga kuat akibat banyaknya pedagang yang masih berjualan di luar area resmi pasar.
Baca juga: Imigrasi di Era Yuldi Yusman: Rekor PNBP dan Penguatan Penegakan Hukum
Baca juga: Gunungan Sampah 15 Meter di Ina Marina Dibersihkan, DLH Kerahkan 35 Petugas
Hal ini membuat pembeli lebih memilih bertransaksi di pinggir jalan dibandingkan masuk ke dalam pasar.
Salah satu pedagang, Mama Lan, mengungkapkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait.
“Masalah sekarang ini banyak penjual yang belum masuk jualan ke pasar sini, jadi biar bagaimana pun pasar ini tetap sunyi,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Kamis (2/4/2026).
Menurutnya, keberadaan pedagang di luar pasar membuat persaingan menjadi tidak sehat bagi pedagang yang telah menempati lapak resmi di dalam pasar.
Selain itu, kondisi tersebut juga berdampak pada menurunnya pendapatan pedagang karena jumlah pembeli yang datang semakin berkurang.
Mama Lan menjelaskan, sebelumnya Pasar Gumumae menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kota Bula.
“Dulu itu orang semua belanja di pasar,” katanya.
Namun kini, kebiasaan masyarakat mulai berubah karena kemudahan berbelanja di luar pasar yang dinilai lebih praktis.
“Sekarang ini karena banyak yang jualan di luar, jadi masyarakat langsung beli di situ, tidak ke pasar lagi,” lanjutnya.
Ia menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka keberadaan pasar akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat.
Untuk itu, Mama Lan dan pihaknya berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas untuk menertibkan pedagang di luar pasar.
"Katong berharap pemerintah daerah bisa segera ambil langkah tegas untuk tertibkan pedagang yang jualan di luar pasar, supaya aktivitas di dalam pasar ini bisa hidup kembali,” tegasnya.
Selain penertiban, ia juga meminta adanya perbaikan fasilitas di dalam pasar agar lebih nyaman bagi pedagang dan pembeli.(*)