Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Akun tiktok Keraton Talks memposting sebuah video yang menggambarkan kerusakan yang terjadi pada Panggung Songgo Buwono.
Akun tersebut mengklaim kerusakan terjadi setelah 3 bulan disahkan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Namun, Ketua Eksekutif Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta Hadiningrat, KPH Eddy Wirabhumi membantah kabar ini.
Menurutnya, video itu diambil sebelum pengerjaan dilakukan.
“Yang ditulis ditutup pakai karpet plastik sebelum dikerjakan. Iya (gambar diambil sebelum pengerjaan),” jelas KPH Eddy Wirabhumi, saat dihubungi, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Revitalisasi Keraton Solo Bakal Berlanjut : Setelah Museum dan Songgo Buwono, LDA Usul Keraton Kulon
Dalam video tersebut digambarkan sejumlah bagian rusak akibat dimakan teter. Selain itu, akun tersebut mengklaim atap mengalami kebocoran.
KPH Eddy juga membantah hal ini. Genangan air timbul karena tampias air hujan. Itu pun saat ini masalah tampias juga telah diatasi.
“Mereka ngambil gambar tidak sampai paling atas. Itu di bawah lantai paling atas. Tidak ada kebocoran. Kalau pun ada air tampias. Waktu itu belum dipasang kaca untuk mengurangi tampiasnya itu,” jelasnya.
Selama proses pengerjaan petugas didampingi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK). Mulai dari penentuan bahan hingga pelaksanaan melalui asistensi BPK Wilayah X.
“Kita ini kerja tidak sendirian. Malah dalam asistensi yang sangat penuh dari BPK. BPK menentukan mana yang harus diganti mana yang tidak. Merk apa warna apa kita selalu bersama BPK,” terang KPH Eddy.
Lalu dalam video mengklaim ada kesalahan dalam menentukan cat pintu kamuflase. Ia memastikan pengecatan sesuai dengan aslinya.
Baca juga: Mengapa Fadli Zon Naik ke Songgo Buwono Keraton Solo Disebut Pelecehan Adat? Ini Penjelasannya!
“Yang menjadi catatan mereka yang dilingkari jendela tapi dibilang pintu kamuflase itu tidak pernah dicat seolah-olah pintu. Makanya warnanya tetap putih,” jelasnya.
Ia tak memungkiri jika sempat tumbuh jamur dan lumut. Namun, hal ini telah diatasi sebagai bagian dari perawatan bangunan.
“Memang sempat ada jamur dan lumut. Tapi sudah bersih lagi sebelum itu viral. Itu bagian dari perawatan biasa,” terangnya.
Menurutnya, sejumlah hal yang diklaim dalam postingan tersebut tak sesuai fakta yang terjadi.
Saat ini Songgo Buwono dalam kondisi baik dan tidak ada kerusakan.
"Yang mereka bikin tidak sesuai fakta yang sesungguhnya. Baik dan tidak masalah. Kalau pun ada hal-hal kita lakukan perawatan penuh," pungkasnya.
(*)