Pemkot Tasikmalaya Rencanakan Lahan Sekolah Rakyat Permanen Tahun 2027
Dedy Herdiana April 02, 2026 06:04 PM

 

Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin 

TRIBUNPRIANGAN.COM, KOTA TASIKMALAYA - Pemerintah Kota Tasikmalaya mulai merencanakan lokasi atau lahan Sekolah Rakyat yang permanen. Kini upaya tersebut sudah mulai disiapkan.

Saat ini Kota Tasikmalaya sudah memiliki sekolah rakyat integrasi 41 yang ada di wilayah Kecamatan Mangkubumi dengan tiga rombongan belajar yakni satu kelas SD dan dua kelas tingkat SMP.

Sementara calon lokasi lahan yang tersebar di beberapa Kecamatan belum memenuhi luasan yang ditetapkan pemerintah pusat yakni 7,5 hektar.

"Untuk Sekolah Rakyat kemarin sudah rapat lintas SKPD dan OPD kita akan mengadakan pengadaan lahan tentunya sesuai peraturan yang berlaku," ungkap Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan ketika memberikan keterangan saat menghadiri Musrenbang tingkat Kota Tasikmalaya di Aula Bappelitbangda, Kamis (2/4/2026).

Baca juga: Daftar 5 Calon Lokasi Sekolah Rakyat di Kota Tasikmalaya Berada di Tiga Kecamatan Ini

Kemungkinan untuk di tahun 2027 akan melakukan pengadaan lahan yang matang. Karena, tiga rombel yang ada nanti bakal naik kelas dan akan ditempatkan sementara ke SR permanen yang terdekat.

"Kita punya tiga rombel SD satu dan dua SMP, nanti akan ditempatkan terdekat yakni di Cirebon dengan kota Tasikmalaya," jelasnya.

Ditanyai alasan belum menentukan titik lokasi untuk sekolah rakyat karena prosesnya cukup panjang, tapi sekarang tengah dimatangkan.

"Jadi tahun ini secepatnya, dan ada kajian dulu dari provinsi karena lahan itu harus ada kurang lebih dari 5 hektar dan tahun ini kita matangkan di lahannya," tuturnya.

Meskipun begitu ia menegaskan, pihaknya tetap memaksimalkan dulu sekolah rakyat rintisan yang nantinya dilanjutkan ke permanen.

Viman menyebut rencana ini sudah dimatangkan tapi tidak mau terburu-buru dan harus memetakan segala sesuatunya supaya baik.

"Kita tidak terburu-buru dan tetap lakukan koordinasi, total ada 7 titik, nanti akan dipilih mana saja yang paling layak sesuai aturan dari pemerintah pusat," jelas Viman.

Baca juga: Lahan Sekolah Rakyat di Ciamis Masih Tunggu Persetujuan PUPR, Dinsos: Kami Hanya Mengusulkan

Sekolah Rakyat

Untuk diketahui, Sekolah Rakyat adalah program pendidikan formal berasrama gratis dari jenjang SD hingga SMA yang diinisiasi pemerintah Indonesia untuk anak dari keluarga prasejahtera (desil 1-2).

Sekolah ini membiayai seluruh kebutuhan (pendidikan, tempat tinggal, makan, kesehatan) guna memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas SDM.

Sekolah Rakyat akan menggabungkan kurikulum nasional dengan pendidikan karakter, kepemimpinan, dan keterampilan vokasi.

Sekolah Rakyat dikelola oleh Kementerian Sosial berkolaborasi dengan Kemendikdasmen dan kementerian terkait lainnya.

Dengan adanya Sekolah Rakyat, anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang divalidasi melalui data DTSEN (Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional).

Konsep Sekolah Rakyat dijalankan dalam bentuk asrama (boarding school) untuk memastikan disiplin dan pembinaan intensif.Pionir: Salah satu pionirnya adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Surakarta yang diresmikan pada 14 Juli 2025.

Sekolah Rakyat bertujuan memberikan kesempatan pendidikan yang sama bagi seluruh anak bangsa untuk berdaya dan berdaya saing. (*)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.