LPG 3 Kg Kembali Langka di Tuban, Pedagang Gorengan Terancam Berhenti Jualan
Samsul Arifin April 02, 2026 04:33 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Muhammad Nurkholis

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN – Kelangkaan elpiji 3 kilogram kembali terjadi di Kabupaten Tuban dan mulai berdampak pada pelaku UMKM.

Kondisi ini mulai dirasakan sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), bahkan dampak dari kelangkaan tersebut para pedagang terancam menghentikan aktivitas jualannya.

Salah satu yang terdampak adalah Muhammad Syahrul Febry (20), penjual gorengan tahu walik di Jalan Ronggolawe, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban. 

Ia mengaku sudah dua hingga tiga hari terakhir merasakan kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram.

Baca juga: Krisis Energi Global, Gubernur Jatim Khofifah dan Pertamina akan Galakkan Masyarakat Hemat LPG

Pedagang Harus Cari Hingga Luar Kecamatan

“Stok elpiji saat ini susah sekali, Mas. Dari kemarin belum dapat,” ujar Febry saat ditemui, Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut Febry menjelaskan, dirinya sudah berupaya mencari elpiji ke sejumlah tempat, namun hasilnya nihil. 

Bahkan, ia harus mencari hingga ke luar kecamatan, tetapi tetap tidak menemukan stok.

Baca juga: Warga Ponorogo Tercekik Kelangkaan LPG 3 Kg: Harga Tembus Rp32 Ribu, Terpaksa Pakai Kayu Bakar

“Sudah nyari ke mana-mana, kosong semua. Nyari juga agak jauh sampai luar kecamatan, tapi tetap tidak ada,” imbuhnya.

Dengan adanya kelangkaan elpiji ini tentu berdampak terhadap usahanya.

Pasalnya, gas elpiji menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan usaha gorengan. Jika tidak ada elpiji tentu isaha ini tidak dapat berjalan.

Terancam Tidak Bisa Jualan

“Kalau tidak ada gas ya tidak bisa jualan,” bebernya.

Diketahui, dalam sehari jualan, Febry bisa menghabiskan satu tabung elpiji 3 kilogram. Dan saat ini, ia hanya memiliki satu tabung tersisa yang ia gunakan untuk jualan hari ini.

Ia mengaku jika hingga besok tidak mendapatkan elpiji, maka usahanya terancam berhenti.

“Kalau besok tidak dapat elpiji, terancam tidak jualan, cabang satunya juga gak jualan karena gak dapat elpiji,” ucapnya.

Febry berharap pemerintah dan pihak terkait segera menambah pasokan elpiji 3 kilogram agar para pedagang kecil tidak kesulitan menjalankan usaha.

“Harapannya stoknya di banyakan, supaya pedagang lain juga tidak kesulitan mencari elpiji,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.