TRIBUNNEWS.COM - Kasus skandal paspor pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berkarier di Eredivisie alias Liga Belanda belakangan ini sedang menjadi sorotan.
Terbaru, sebanyak empat pemain Timnas Indonesia terpaksa dinonaktifkan oleh klub masing-masing mulai pekan ini akibat kendala administrasi paspor.
Namun, kiper Maarten Paes justru menjadi pengecualian. Ajax Amsterdam berhasil menjaga statusnya tetap aman berkat kejelian internal klub, sehingga Paes tetap boleh bermain di Eredivisie.
Masalah paspor ini bermula dari aturan kewarganegaraan Belanda yang tidak mengakui paspor ganda.
Saat seorang pemain dengan latar belakang Belanda dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), ia otomatis kehilangan kewarganegaraan Belanda. Akibatnya, statusnya berubah menjadi pemain non-Uni Eropa.
Pemain non-EU wajib memiliki izin kerja, izin tinggal, serta gaji minimal 600.000 euro (sekitar Rp11,7 miliar) per tahun. Jika tidak terpenuhi, mereka tidak boleh diturunkan.
Kini, Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB) meminta seluruh klub Eredivisie dan Eerste Divisi memeriksa status pemain naturalisasi dari Indonesia, Suriname, dan Tanjung Verde.
Sementara menunggu keputusan resmi Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda (IND), klub-klub memilih langkah aman dengan menepikan pemain tersebut agar tidak melanggar regulasi.
Kasus ini mencuat setelah aduan dari NAC Breda terhadap Dean James (Go Ahead Eagles) yang mempertanyakan status non-Eni Eropanya.
Selain Dean James, kini terdapat tiga pemain Timnas Indonesia lainnya yang terdampak dan dinonaktifkan.
Mereka adalah Justin Hubner (Fortuna Sittard), Nathan Tjoe-A-On (Willem II), dan Tim Geypens (FC Emmen).
Bahkan kini berpotensi bertambah jika Miliano Jonathans (Excelsior) dan Mees Hilgers (FC Twente) tidak cedera.
Baca juga: Respons Justin Hubner soal Skandal Paspor Pemain Timnas Indonesia di Liga Belanda
Berbeda dengan keempat pemain di atas, Maarten Paes lolos dari masalah ini.
Kiper berusia 27 tahun yang direkrut Ajax dari FC Dallas pada Januari 2026 ini selamat berkat ketelitian pengacara internal Ajax.
Saat Paes dinaturalisasi menjadi WNI pada 30 April 2024 di Jakarta, ia kehilangan paspor Belanda.
Berdasarkan laporan dari laman Voetbal International, Ajax awalnya berencana mendaftarkannya sebagai pemain Eropa, namun pengacara klub langsung menyadari risiko paspor ganda yang tidak diakui Belanda.
Ajax segera mengajukan izin kerja untuk Paes sebagai pemain non-EU. Proses administrasi selesai tepat waktu, sehingga KNVB menyatakan Paes memenuhi syarat.
"Ajax memberi tahu asosiasi sepak bola bahwa, berdasarkan investigasi internal, Paes kemungkinan besar tidak memenuhi syarat untuk bermain dan statusnya perlu diselidiki lebih lanjut," tulis laporan Voetbal International.
Selain menyeret empat pemain naturalisasi Timnas Indonesia, kasus ini juga menyeret 25 pemain lain, termasuk pemain asal Suriname dan Cape Verde.
Harapannya, kasus ini dapat segera rampung dan para pilar Timnas Indonesia dapat kembali bermain bersama klubnya masing-masing.
Mengenai kasus tersebut, Justin Hubner pun akhirnya memberikan komentarnya.
Pemain yang dikenal lugas di lapangan ini mengaku masih buta terkait nasibnya di klub saat kembali ke Belanda nanti.
Ketidakpastian ini terasa krusial mengingat Fortuna Sittard dijadwalkan akan bertandang ke markas AZ Alkmaar di Stadion AFAS, Sabtu (4/4/2026).
Hubner mengaku belum bisa memastikan apakah dirinya diizinkan tampil atau justru harus menepi akibat investigasi ini.
"Saya tidak tahu," ujar Justin Hubner singkat saat ditanya mengenai polemik tersebut, seperti dikutip dari BolaSport, Kamis (2/4/2026).
"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya juga tidak tahu (apakah bisa bermain pekan depan)," tuturnya.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (BolaSport.com/Wila Wildayanti)