TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Penyerang anyar PSMS Medan, Clayton Da Silva, masih belum mampu menunjukkan performa terbaiknya sejak resmi bergabung dengan skuad Ayam Kinantan pada 6 Februari 2026 lalu.
Pemain asal Brasil berusia 31 tahun tersebut sejauh ini telah tampil dalam empat pertandingan di ajang Pegadaian Championship musim 2025/2026. Namun kontribusinya masih terbilang minim, dengan hanya mencatatkan satu assist tanpa satu pun gol.
Berdasarkan data statistik, Clayton sebenarnya cukup aktif dalam membantu serangan tim. Ia tercatat sudah melepaskan 10 tembakan sepanjang penampilannya, namun hanya empat di antaranya yang tepat sasaran.
Selain itu, ia juga menunjukkan kontribusi dalam distribusi bola dengan membukukan 91 umpan sukses dari total 116 percobaan umpan.
Meski demikian, efektivitas di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi sang pemain. Bahkan dalam empat laga tersebut, Clayton juga sudah mengoleksi dua kartu kuning.
Namun, pada laga terakhir PSMS Medan kontra PSPS Pekanbaru di Stadion Utama Sumatera Utara, Sabtu (28/3), yang berakhir imbang 1-1, Clayton justru tampil menonjol hingga didapuk sebagai Player of the Match.
Pelatih Kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, menilai bahwa peluang yang didapat Clayton sebenarnya cukup banyak. Hanya saja, penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama.
“Seharusnya setiap pertandingan saat dia masuk, dia selalu bisa menciptakan peluang ke gawang. Tapi memang belum bisa berbuah gol. Jadi tidak ada alasan tidak ada peluang, karena dia selalu dapat kesempatan di depan gawang,” ujar Eko kepada Tribun Medan.
Menurutnya, peningkatan kualitas terutama dalam penyelesaian akhir harus segera dilakukan oleh Clayton.
Sebab, peran pemain depan sangat krusial dalam mencetak gol maupun memberikan assist bagi tim.
“Kualitas itu yang harus diperbaiki lagi. Tugas pemain depan kan bikin assist dan gol. Jadi kita lihat nanti siapa yang paling siap, itu yang akan kita pasang di pertandingan berikutnya,” tegasnya.
Eko juga tetap memberikan harapan kepada seluruh pemain lini depan PSMS agar bisa lebih maksimal dalam memanfaatkan peluang yang ada.
Ia mencontohkan salah satu pemain yang sebelumnya sempat kesulitan mencetak gol, namun kini mampu tampil tajam.
“Setiap pertandingan pemain depan selalu punya peluang, tinggal bagaimana bisa dimaksimalkan jadi gol. Felipe dulu juga sempat susah bikin gol, tapi sekarang malah jadi top skor tim,” pungkas Eko.
Dengan kondisi ini, publik PSMS tentu berharap Clayton Da Silva segera menemukan sentuhan terbaiknya dan mampu menjadi solusi di lini depan Ayam Kinantan dalam mengarungi sisa kompetisi musim ini.
(Cr29/tribun-medan.com)