Keutamaan Sholat Tahajud dan Doa Mustajab, Lengkap Bacaan Arab, Latin, dan Artinya
M Zulkodri April 02, 2026 04:41 PM

BANGKAPOS.COM--Sholat Tahajud merupakan salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa dalam ajaran Islam.

Ibadah ini dikerjakan pada malam hari setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh, terutama pada sepertiga malam terakhir yang dikenal sebagai waktu paling mustajab untuk berdoa.

Selain melaksanakan sholat, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak doa setelah Tahajud.

Bahkan, Muhammad SAW mengajarkan doa khusus yang biasa beliau panjatkan usai sholat malam.

Keutamaan Sholat Tahajud

Sholat Tahajud termasuk sholat sunnah muakkad atau sangat dianjurkan.

Dalam berbagai riwayat, ibadah ini menjadi sebab dikabulkannya doa, diangkatnya derajat, serta diampuninya dosa.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 79–81:

Tulisan Arab:

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ ۖ عَسَىٰ أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
وَقُلْ رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيرًا
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

Artinya:

“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah, ‘Wahai Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong.’ Dan katakanlah, ‘Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap.”

Waktu dan Jumlah Rakaat

Waktu terbaik melaksanakan Tahajud adalah sepertiga malam terakhir. Pada waktu ini, pintu langit dibuka dan doa-doa hamba diyakini lebih mudah dikabulkan.

Jumlah rakaat minimal adalah dua rakaat tanpa batas maksimal. Namun, Rasulullah SAW umumnya melaksanakan 11 hingga 13 rakaat termasuk witir.

Niat Sholat Tahajud

Tulisan Arab:

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.

Artinya:

“Aku niat sholat sunnah Tahajud dua rakaat karena Allah Ta‘ala.”

Tata Cara Sholat Tahajud

Pelaksanaan Tahajud pada dasarnya sama seperti sholat sunnah lainnya, yaitu dimulai dengan niat, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, sujud, hingga salam. Sholat dilakukan dua rakaat-dua rakaat.

Doa Setelah Sholat Tahajud

Berikut doa yang diajarkan Rasulullah SAW:

Tulisan Arab:

اَللّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ

اَللّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِيْ مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ، أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، لاَ إِلٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

Latin:

Allahumma lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu anta qayyimus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Wa lakal hamdu anta rabbus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna. Antal haqqu, wa wa‘dukal haqqu, wa qowlukal haqqu, wa liqaa-ukal haqqu, wal jannatu haqqun, wan naaru haqqun, was saa‘atu haqqun.

Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu, wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu. Faghfir lii maa qaddamtu wa maa akhkhartu, wa maa asrartu wa maa a‘lantu. Antal muqaddimu wa antal mu’akhkhiru, laa ilaaha illa anta.

Artinya:

“Ya Allah, hanya kepada-Mu segala puji. Engkau cahaya langit dan bumi serta seluruh isinya. Engkau pengatur langit dan bumi beserta seluruh isinya. Engkau adalah Tuhan langit dan bumi. Engkau Maha Benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, dan hari kiamat itu benar.

Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali. Maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, yang tersembunyi maupun yang tampak. Engkaulah Yang Maha Mendahulukan dan Maha Mengakhirkan. Tiada Tuhan selain Engkau.”

Dengan melaksanakan sholat Tahajud secara rutin dan memperbanyak doa, umat Islam diharapkan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta meraih ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.

(Bangkapos.com/Zulkodri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.