BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kabupaten Bangka mengeluhkan turunnya harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit milik petani mandiri oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS) pasca Idulfitri 2026.
Ketua APKASINDO Bangka, Jamaludin mengatakan, penurunan harga ini cukup signifikan dan merugikan petani. Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka per Rabu (1/4/2026), harga TBS sawit petani mandiri di tingkat PKS tercatat paling rendah sebesar Rp2.760 per kilogram.
Menurutnya, harga tersebut tergolong rendah jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti Pulau Belitung yang mencapai Rp3.660 per kilogram.
“Ini kan perbandingan lumayan jauh, seharusnya ada penyesuaian lah, apalagi sekarang kan harga CPO lagi naik di Rp16 per kilogram,” kata Jamaludin kepada Bangkapos.com, Kamis (2/3/2026).
Menurutnya, turunnya harga TBS di PKS Kabupaten Bangka tersebut diduga karena jumlah suplai atau ketersediaan TBS sawit di Kabupaten Bangka sedang melimpah.
“Karena sepertinya kan habis lebaran petani-petani itu panennya serempak, jadi mungkin stok nya lagi banyak,” jelasnya.
Kendati demikian, kata dia seharusnya harga TBS tersebut masih bisa berada di atas Rp3.000 per kilogram.
“Walaupun enggak sama kayak di Belitung, tapi paling tidak secara hitungan itu bisa sekitar Rp3.250 atau Rp3.300 lah per kilogram nya. Tapi ini kan di bawah Rp3.000,” ujarnya.
Apalagi kata dia saat ini para petani sawit mandiri dihadapkan pada harga pupuk yang mulai naik, baik pupuk urea, KCL dan lain semacamnya.
Oleh karena itu, dirinya berharap pemerintah melalui dinas terkait segera menindaklanjuti hal ini supaya hal beli TBS sawit masyarakat dibeli PKS dengan harga yang sesuai.
“Kami juga berharap PKS yang tanpa kebun sawit ini mengutamakan membeli TBS para petani atau pekebun yang memang sudah menjadi mitra sejak awal,” imbuhnya. (Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)