Ditjen Imigrasi Catat Rekor PNBP Rp10,4 Triliun di Era Yuldi Yusman
Hans Arnold Kapisa April 02, 2026 05:09 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi mencatat capaian kinerja yang signifikan selama masa kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, sejak 23 April 2025.

Salah satu capaian paling menonjol adalah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang mencapai Rp10,4 triliun hingga Desember 2025. 

Angka tersebut menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Imigrasi.

Capaian ini melampaui target tahun 2025 sebesar Rp6,55 triliun atau setara 155 persen. 

Selain itu, terjadi peningkatan sebesar 18 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp8,62 triliun.

Tingginya PNBP tersebut didorong oleh peningkatan layanan keimigrasian kepada masyarakat maupun warga negara asing.

Sepanjang tahun 2025, Ditjen Imigrasi menerbitkan sebanyak 4.033.676 paspor, 7.551.371 visa, serta 1.369.012 izin tinggal.
Di sisi lain, Ditjen Imigrasi juga memperkuat fungsi pengawasan dan penegakan hukum. 

Kemudian, sepanjang 2025, tercatat sebanyak 16.006 tindakan administratif keimigrasian (TAK) telah dilakukan, serta penanganan 136 perkara tindak pidana keimigrasian.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 68 tersangka telah memperoleh putusan pengadilan.

Baca juga: Ditjen Imigrasi Tingkatkan Kesiapsiagaan Dampak Penutupan Wilayah Udara Timur Tengah

Pengawasan terhadap orang asing dilakukan secara intensif melalui berbagai operasi, termasuk Operasi Wira Waspada yang digelar serentak di seluruh Indonesia.

Selain itu, patroli keimigrasian juga dilakukan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan pelanggaran.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman menyampaikan sejumlah operasi tersebut, ratusan warga negara asing teridentifikasi melakukan pelanggaran, seperti penyalahgunaan izin tinggal, penggunaan sponsor fiktif, hingga masuk ke wilayah Indonesia secara ilegal.

“Penegakan hukum keimigrasian merupakan bagian penting dari upaya menjaga kedaulatan negara. Kami memastikan setiap warga negara asing yang berada di Indonesia mematuhi ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Yuldi Yusman melalui siaran pers, Kamis (2/4/2026).

Untuk memperkuat pengawasan, Ditjen Imigrasi juga mengoptimalkan berbagai program, seperti Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), Desa Binaan Imigrasi, serta Forum Komunikasi Penanganan Deteni dan Pengungsi (Forkopimda). 

Program tersebut melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengelola hotel, perangkat desa, hingga pemerintah daerah.

Selain pengawasan, transformasi layanan publik juga terus dilakukan melalui inovasi berbasis teknologi. 

Salah satu terobosan yang dihadirkan adalah aplikasi deklarasi kedatangan internasional “All Indonesia” yang mengintegrasikan layanan imigrasi, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem digital.

Tak hanya itu, Ditjen Imigrasi juga meluncurkan kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI), yakni pemberian izin tinggal tetap tanpa batas waktu bagi warga negara asing yang memiliki hubungan darah atau keterikatan historis dengan Indonesia, seperti eks WNI, keturunan WNI, maupun pasangan WNI.

Baca juga: Ditjen Imigrasi Amankan 220 WNA Selama Operasi Wirawaspada dan Pertambangan

Inovasi lainnya meliputi penerapan teknologi autogate di sejumlah bandara internasional, penggunaan body camera bagi petugas imigrasi, serta pembentukan Passenger Analysis Unit (PAU) untuk meningkatkan analisis pergerakan penumpang secara real-time di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.

Dalam bidang pelayanan, Ditjen Imigrasi juga memperluas jangkauan layanan dengan menambah 18 kantor imigrasi baru di berbagai daerah. 

Dengan demikian, total kantor imigrasi di Indonesia kini mencapai 151 unit.

Langkah ini bertujuan untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat pengawasan terhadap keberadaan warga negara asing hingga ke daerah.

Menjelang berakhirnya masa tugasnya sebagai Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Imigrasi, baik di pusat maupun daerah.

“Seluruh capaian ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh insan Imigrasi di Indonesia. Ke depan, saya berharap fondasi yang telah dibangun dapat terus diperkuat sehingga Imigrasi semakin profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi negara,” tutup Yuldi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.