SURYA.CO.ID TUBAN– Kelangkaan elpiji 3 kilogram atau elpiji melon kembali terjadi di Kabupaten Tuban.
Kondisi ini mulai dirasakan sejumlah pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), bahkan dampak dari kelangkaan yersebut para pedagang terancam menghentikan aktivitas jualannya.
Salah satu yang terdampak adalah Muhammad Syahrul Febry (20), penjual gorengan tahu walik di Jalan Ronggolawe, Kelurahan Ronggomulyo, Kecamatan Tuban.
Ia mengaku sudah dua hingga tiga hari terakhir merasakan kesulitan mendapatkan elpiji 3 kilogram.
“Stok elpiji saat ini susah sekali, Mas. Dari kemarin belum dapat,” ujar Febry saat ditemui, Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Isu Penutupan Selat Hormuz, Stok LPG Jatimbalinus Dipastikan Aman
Lebih lanjut Febry menjelaskan, dirinya sudah berupaya mencari elpiji ke sejumlah tempat, namun hasilnya nihil.
Bahkan, ia harus mencari hingga ke luar kecamatan, tetapi tetap tidak menemukan stok.
“Sudah nyari ke mana-mana, kosong semua. Nyari juga agak jauh sampai luar kecamatan, tapi tetap tidak ada,” imbuhnya.
Dengan adanya kelangkaan elpiji ini tentu berdampak terhadap usahanya. Pasalnya, gas elpiji menjadi kebutuhan utama dalam menjalankan usaha gorengan. Jika tidak ada elpiji tentu isaha ini tidak dapat berjalan.
“Kalau tidak ada gas ya tidak bisa jualan,” bebernya.
Baca juga: Gubernur Khofifah dan Pertamina Sepakat Galakkan Masyarakat Hemat LPG
Diketahui, dalam sehari jualan, Febry bisa menghabiskan satu tabung elpiji 3 kilogram. Dan saat ini, ia hanya memiliki satu tabung tersisa yang ia gunakan untuk jualan hari ini.
Ia mengaku jika hingga besok tidak mendapatkan elpiji, maka usahanya terancam berhenti.
“Kalau besok tidak dapat elpiji, terancam tidak jualan, cabang satunya juga gak jualan karena gak dapat elpiji,” ucapnya.
Febry berharap pemerintah dan pihak terkait segera menambah pasokan elpiji 3 kilogram agar para pedagang kecil tidak kesulitan menjalankan usaha.
“Harapannya stoknya di banyakan, supaya pedagang lain juga tidak kesulitan mencari elpiji,” pungkasnya.