Rektor Uniska Resmi Jadi Guru Besar, Kampus Siapkan Insentif hingga Rp100 Juta untuk Calon Profesor
Hari Widodo April 02, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARITO KUALA – Rektor UUniversitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin, Mohammad Zainul resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pemasaran Strategis, Kamis (2/4/2026).

Pengukuhan dilakukan melalui Sidang Terbuka Senat di Gedung Rektorat Kampus Uniska MAB Handil Bhakti, dan dipimpin Ketua Senat Abdul Malik.

Dengan capaian ini, Zainul menjadi guru besar ke-17 di lingkungan Uniska, sekaligus menambah kekuatan akademik kampus swasta terbesar di Kalimantan Selatan tersebut.

Usai dikukuhkan, Zainul menegaskan bahwa gelar profesor yang diraihnya bukan sekadar pencapaian pribadi. Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab untuk mendorong lahirnya lebih banyak guru besar di Uniska.

Baca juga: Enam Guru Besar ULM Resmi Dikukuhkan, Rektor Prof Ahmad Sebut Jadi Motivasi Bagi Dosen Muda

“Ini menjadi tugas saya sebagai pimpinan, bagaimana ke depan jumlah guru besar di Uniska terus bertambah,” ujarnya.

Untuk mempercepat target tersebut, pihak kampus menyiapkan berbagai dukungan konkret bagi dosen, mulai dari bantuan penelitian hingga publikasi jurnal internasional.

Uniska, kata Zainul, memberikan bantuan Rp15 juta untuk publikasi di jurnal internasional bereputasi (Q2), bantuan penelitian sebesar Rp4 juta hingga Rp8 juta, serta insentif pengukuhan guru besar mencapai Rp100 juta.

Langkah ini dinilai sebagai upaya serius kampus dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya akademik di tengah semakin ketatnya persyaratan menjadi profesor.

Ketua Yayasan Uniska MAB, Budiman Mustofa mengungkapkan, masih ada potensi besar penambahan guru besar dalam waktu dekat.

Saat ini, terdapat 21 dosen bergelar doktor (S3) dengan jabatan Lektor Kepala yang tengah berproses menuju profesor.

“Insya Allah tahun ini akan menyusul beberapa orang lagi yang akan dikukuhkan,” katanya.

Baca juga: Gelar Guru Besar yang Dicabut Boleh Diajukan Ulang, ULM Siapkan Rp 100 Juta untuk Sekali Riset

Namun, ia mengakui tantangan meraih gelar guru besar kini semakin berat. Selain kenaikan angka kredit dari 750 menjadi 850, dosen juga diwajibkan memiliki minimal dua publikasi jurnal internasional.

Meski demikian, yayasan memastikan komitmen penuh dalam mendukung para dosen memenuhi syarat tersebut.

“Kami terus mensupport mereka, mudah-mudahan capaian ini membuat Uniska semakin berkembang,” pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.