BMKG Ingatkan Warga Waspada, 93 Gempa Susulan di Sulut dan Malut Trennya Menguat
Noval Andriansyah April 02, 2026 07:19 PM

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) meminta warga di Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) untuk meningkatkan kewaspadaannya.

Peringatan itu menyusul terjadinya gempa bumi susulan (aftershock) sebanyak 93 kali yang melanda Sulut dan Malut.

Diketahui wilayah Sulut dan Malut diguncang gempa bumi bermagnitudo 7,6 yang berpusat di tenggara Bitung, Sulut, Kamis (2/4/2026) pagi.

Dikutip dari Tribunnews.com, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa rentetan gempa susulan tersebut memiliki kekuatan yang bervariasi, dengan magnitudo terbesar mencapai 5,8.

"Hasil monitoring kami hingga pukul 12.00 itu telah terjadi 93 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo 2,8 hingga 5,8," ujar Teuku Faisal dalam rapat koordinasi penanganan bencana di kantor BNPB, Jakarta, Kamis siang.

Baca juga: Monitoring Gempa, BMKG Lampung Pasang Seismometer, Accelerometer dan Intensity Reis

BMKG meminta masyarakat di wilayah terdampak, khususnya di sepanjang pesisir Sulut dan Malut, untuk mengantisipasi potensi bahaya dalam satu hingga dua hari ke depan.

Faisal menegaskan bahwa tren kekuatan gempa susulan akan terus dipelajari untuk memetakan risiko jangka panjang.

"Biasanya setelah satu atau dua hari trennya nanti akan kita pelajari. Ini tergantung situasi di sana," ucapnya.

Secara khusus, Faisal memberikan peringatan terkait karakteristik gempa susulan yang terkadang bisa lebih destruktif.

Ia merujuk pada sejarah gempa Palu, di mana kekuatan gempa susulan tercatat melampaui gempa utama.

"Masyarakat harus waspada. Dalam beberapa kasus, gempa susulan yang terjadi biasanya lebih kuat dibanding gempa utama," tambahnya.

Baca juga: Sepasang Remaja di Kebumen Disiram Warga Karena Tidur Berpelukan di Musala: Kini Wajib Lapor

Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Dampak guncangan hebat berdurasi 10 hingga 20 detik tersebut mulai memakan korban.

Berdasarkan siaran pers BNPB, seorang warga di Manado ditemukan meninggal dunia di antara reruntuhan Gedung KONI, Lapangan Sario.

Selain korban jiwa, laporan kaji cepat menunjukkan kerusakan infrastruktur di beberapa titik:

  • Kota Ternate: Kerusakan satu unit tempat ibadah di Kecamatan Pulau Batang Dua.
  • Ternate Selatan: Dua unit rumah di Kelurahan Ganbesi teridentifikasi rusak.

Data Tsunami dan Kewaspadaan Pesisir

BMKG juga mengonfirmasi adanya fenomena tsunami dengan level ketinggian yang bervariasi di lima wilayah:

  • Minahasa Utara: 0,75 meter
  • Belang: 0,68 meter
  • Sidangoli: 0,35 meter
  • Halmahera Barat: 0,3 meter
  • Bitung: 0,2 meter

BMKG mengingatkan bahwa gelombang pertama tidak selalu menjadi yang terbesar.

Masyarakat diminta untuk menjauhi area pantai hingga situasi dinyatakan benar-benar aman oleh pihak berwenang.

Saat ini, BPBD dan dinas terkait di berbagai daerah terus melakukan asesmen lapangan serta koordinasi penanganan darurat guna memitigasi risiko lebih lanjut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.