1.213 Peserta Ikuti Pakta Integritas Seleksi Polri 2026 di Polda Maluku, Didominasi Bintara
Fandi Wattimena April 02, 2026 05:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 1.213 peserta resmi mengikuti penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka seleksi penerimaan anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Maluku.

Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya tahapan seleksi dengan komitmen kuat terhadap prinsip rekrutmen bersih dan transparan.

Prosesi tersebut digelar di Gedung Plaza Presisi Tantui, Ambon, Selasa (31/3/2026), dipimpin langsung oleh Wakapolda Maluku, Brigjen Pol Imam Thobroni. 

Penandatanganan Pakta Integritas sekaligus pengambilan sumpah ini menegaskan komitmen seluruh pihak terhadap prinsip “BETAH” yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.

Komposisi 1.213 Peserta Seleksi

Dari total 1.213 peserta, seleksi didominasi oleh calon Bintara/Brigadir dengan jumlah mencapai 1.068 orang. Rinciannya sebagai berikut:

-Akpol: 71 peserta (62 pria, 9 wanita)
-Bintara/Brigadir: 1.068 peserta (895 pria, 173 wanita)
-Tamtama: 74 peserta (seluruhnya pria)

Jumlah ini menunjukkan tingginya animo masyarakat Maluku untuk bergabung menjadi anggota Polri, khususnya pada jalur Bintara yang menjadi tulang punggung institusi.

Selain peserta, kegiatan juga dihadiri panitia seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta orang tua atau wali peserta, sebagai bentuk transparansi sejak awal proses.

Dalam amanat Kapolda Maluku yang dibacakan Wakapolda, ditegaskan bahwa Pakta Integritas bukan hanya seremoni, melainkan komitmen nyata untuk menjaga proses seleksi tetap jujur dan objektif.

Baca juga: Pemerintah Larang Buang Sampah di Jalan Pantai Ina Marina Kota Masohi 

Baca juga: Proses Pembongkaran Lapak di Pasar Batu Merah, Aktifitas Lalu Lintas Normal

“Seleksi ini harus dijalankan secara transparan dan bebas dari praktik KKN dalam bentuk apa pun. Kami ingin memastikan yang lulus adalah mereka yang benar-benar memenuhi syarat dan berkompeten,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia Polri sangat ditentukan sejak proses rekrutmen, sehingga integritas menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Pesan Tegas: Jangan Percaya Calo

Wakapolda juga memberikan peringatan keras kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Jangan percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan. Seleksi ini murni berdasarkan kemampuan peserta,” ujarnya.

Pesan ini menjadi penting mengingat isu percaloan masih kerap muncul dalam proses rekrutmen di berbagai sektor.

Pengawasan Berlapis, Libatkan Banyak Pihak

Untuk menjamin akuntabilitas, Polda Maluku menerapkan sistem pengawasan berlapis. Pengawasan internal dilakukan oleh Itwasda dan Bidpropam.

Sementara itu, pengawasan eksternal melibatkan berbagai pihak, seperti Ombudsman, Mafindo, unsur media, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Ambon.

Langkah ini diharapkan mampu menutup celah kecurangan sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses seleksi.

Harapan Lahirkan Polisi Profesional

Melalui tahapan awal ini, Polda Maluku menargetkan lahirnya calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas ke depan.

Seluruh proses seleksi diharapkan berjalan objektif dan menghasilkan personel berkualitas, sejalan dengan semangat Polri Presisi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.