Kisah Ronny Tukang Ojek, Warga Bitung yang Rumahnya Terdampak Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Sulut
Dewangga Ardhiananta April 02, 2026 07:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ronny Siahaya (53) warga lingkungan 2 RT 1, Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Sulawesi Utara (Sulut) terlihat memindahkan atap rumah terbuat dari seng, ke dekat rumah iparnya, Kamis (2/4/2026).

Ia yang menggunakan jaket jins warna keputih-putihan, dengan kaos oblong warna biru navy tersebut menjadi korban dampak gempa Sulut.

Rumah dari iparnya hanya berjarak tak sampai 5-10 meter dari rumah Ronny yang rusak akibat bencana alam gempa bumi.

Posisi rumahnya berada di depan rumah sang ipar.

Untuk menuju ke rumah tersebut, harus melewati jalan tanah sempit persis di depan Gereja GPDI Jemaat Galilea Manembo-Nembo Tengah.

rumah Ronny terdampak
KORBAN GEMPA - Ronny Siahaya (53) warga Kota Bitung, bercerita kepada jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere perihal rumahnya terdampak bencana gempa bumi. Bagian dapur rumah Ronny, yang ia tempati bersama istri, anak, menantu dan cucu rusak.

Diketahui, info BMKG gempa bumi magnitudo 7,6 guncang Sulut.

Terjadi pada Kamis 2 April 2026 pukul 06.48 WITA dengan lokasi 1.21 lintang utara 126.25 bujur timur.

Dengan jarak 127 kilometer (Km) tenggara Bitung-Sulut, kedalaman 18 Km, di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara.

Membuat bagian dapur rumah Ronny, yang ia tempati bersama istri, anak, menantu dan cucu rusak.

Rumah semi permanen yang ditempati Ronny dan keluarganya, terkena tembok tanggul tinggi saat peristiwa gempa bumi yang terjadi pagi tadi.

Tanggul rumah yang tepat berada di samping kanan rumah Ronny, sekita roboh ke rumahnya.

Beruntung, saat kejadian Ronny dan seluruh anggota keluarganya tidak berada di rumah.

"Terdengar seperti bukan bebatuan jatuh ke rumah," kata warga sekitar saat memberikan dukungan moril terhadap keluarga Siahaya-Kakombohi yang alami musibah.

Setelah mendengar bunyi itu, seketika tembok tanggung robah ke rumah warga.

Diwawancarai Reporter Tribun Manado Christian Wayongkere, Ronny Siahaya (53) yang keseharian mengais rejeki sebagai tukang ojek, bilang saat kejadian dia dan keluargnya tak ada di rumah.

"Kami ada di rumah sakit, antar cucu sakit panas," kata Ronny Siahaya saat diwawancarai jurnalis Tribun Manado Christian Wayongkere, Kamis (2/4/2026).

Saat wawancara berlangsung cuaca cerah.

Lanjut Ronny, mengetahui rumahnya roboh karena gempa bumi dari keponakan yang tinggal dekat di belakang rumahnya.

"Mereka telpon ke kami sampaikan, pulang dulu tanggul roboh dan kena rumah," tambahnya.

Di rumah itu, ia tinggal dengan istri, anak, anak mantu dan cucu berjumlah lima jiwa.

Peristiwa gempa bumi ia rasakan saat berada di rumah sakit.

"Rasanya, tanah seperti mau terbelah," bebernya.

Ia dan keluarga sudah lama tinggal di rumah itu, sang istri  keseharian mengurus rumah tangga.

Akibat bencana gempa bumi, pihaknya mengungsi ke rumah ipar yang tak jauh berada di belakang rumahnya.

Usai kejadian terpantau, aparat dari TNI AD Kodim 1310 Bitung dan Polri Polres Bitung membantu melalukan evakuasi material tanggul yang menimpah rumah.

Bersama warga sekitar, aparat juga melakukan penanganan terhadap bagian rumah yang rusak.

(TribunManado.co.id/Crz)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.