Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Jemaat GMIM di Kota Manado akan melaksanakan ibadah Perjamuan Kudus Jumat Agung pada Jumat, 3 April 2026.
GMIM merupakan singkatan dari Gereja Masehi Injili di Minahasa, yang jemaatnya tersebar di berbagai wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), bahkan hingga luar daerah dan luar negeri.
Khusus di Gereja GMIM Sentrum Manado, ibadah dijadwalkan berlangsung dalam empat sesi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, ibadah dimulai pada:
Gereja ini berada di Jalan Sarapung, Kelurahan Lawangirung, Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara.
Secara historis, bangunan gereja tersebut telah berdiri sejak tahun 1677 dan merupakan peninggalan era kolonial Belanda.
Pada masa awal, gereja ini dikenal dengan nama Oude Kerk atau Gereja Besar Manado, sebelum akhirnya berganti nama menjadi Sentrum Manado setelah Indonesia merdeka.
Pendirian gereja ini tidak lepas dari peran Zacharias Coheng, seorang pendeta asal Belanda yang diutus oleh Vereenigde Oostindische Compagnie ke Manado.
Dalam perjalanan sejarahnya, gereja ini juga sempat difungsikan sebagai pusat kegiatan keagamaan pada masa pendudukan Jepang di bawah pimpinan pendeta Hamasaki. Bangunan gereja pernah mengalami kerusakan parah akibat pengeboman saat Perang Dunia II, sebelum kemudian dipugar kembali.
Pada periode 1946-1947, arsitek Ir Van den Bosch membangun monumen Perang Dunia II di area samping gereja sebagai bentuk penghormatan bagi para korban, baik dari pihak sekutu, Jepang, maupun masyarakat sipil.
Renovasi kembali dilakukan pada 1952, dan gereja ditahbiskan pada Oktober tahun yang sama. Desain bangunan mengadopsi gaya gereja Protestan Belanda berbentuk persegi yang melambangkan empat arah mata angin.
Seiring waktu, sejumlah perubahan dilakukan, termasuk posisi mimbar yang kini menghadap ke timur. Meski demikian, elemen asli seperti dinding dan pilar tetap dipertahankan.
Selain sebagai tempat ibadah, gereja ini juga dikenal sebagai destinasi wisata religi yang kerap dikunjungi wisatawan. Pada 1995, Ratu Beatrix bersama suaminya Pangeran Claus van Amsberg pernah berkunjung ke gereja ini.
Dengan usia yang telah mencapai ratusan tahun, Gereja Sentrum Manado ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2007.
Hingga kini, gereja tersebut tetap menjadi salah satu ikon sekaligus gereja tertua di Kota Manado. (Art)