Profesi Vicky Polisi yang Resign karena Dimutasi Saat Usut Korupsi : Daripada Tunduk Pada Penjilat
Ardhi Sanjaya April 02, 2026 06:03 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Usai resign atau mengundurkan diri sebagai anggota polisi, kini Vicky Aristo Katiandagho beralih profesi.

Dia tidak lagi menjadi penyelidik kasus korupsi seperti tugasnya ketika di Polres Minahasa.

Nama Vicky Katiandagho kini ramai diperbincangkan usai memposting video pengunduran diri dari Polri.

Vicky mengundurkan diri setelah menerima keputusan mutasi ke Polres Kepulauan Talaud.

Padahal dia sedang menanangani kasus korupsi pengadaan tas ramah lingkungan.

Ia sudah mengusut kasus tersebut sejak tahun 2021.

Karena berbagai kendala, perkara baru ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 5 September 2024.

Satu bulan kemudian Vicky yang berpangkat Aipda tersebut menerima surat mutasi.

"Tanggal 9 Oktober 2024 saya dimutasikan ke Polres Kepulauan Talaud," katanya seperti dikutip dari Kompas.com.

Keputusan mutasi awalnya tidak dikaitkan dengan kasus yang sedang ditangani.

Beredar isu bahwa mutasi dilakukan atas tujuan penyegaran di Polres Minahasa.

"Mereka menganggap saya membuat atau melakukan suatu pelanggaran, sehingga saya dimutasikan," kata Vicky.

Selama berkarir di Polri, Vicky menganggap mutasi adalah hal biasa.

POLISI DIMUTASI SAAT TANGANI KORUPSI - Terungkap Kasus Korupsi yang Diselidiki Aipda Vicky
POLISI DIMUTASI SAAT TANGANI KORUPSI - Terungkap Kasus Korupsi yang Diselidiki Aipda Vicky (Instagram/Instagram Vicky)

"Maka karena saya sebagai insan Bhayangkara, saya insan Bhayangkara. Jadi sebagai Bhayangkara, saya siap melaksanakan perintah pimpinan. Namun sebagai insan, saya punya hak untuk mempertanyakan segala hal yang menurut saya patut dipertanyakan," katanya.

Ia bahkan sampai bersurat ke Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Dalam suratnya dia mempertanyakan banyak hal.

"Hal-hal yang saya maksud yaitu pertama saya bukan orang Talaud, bukan putra daerah, jadi prinsip local boy for local job itu tidak bisa diberlakukan untuk saya," katanya.

Kemudian, kata Vicky, dia tidak pernah minta dimutasikan ke Talaud, tidak pernah mendapat rekomendasi dari Kapolres Minahasa untuk dimutasikan ke Talaud, dan Kapolres Kepulauan Talaud tidak pernah memintanya untuk membantu tugas-tugas di Polres Kepulauan Talaud.

VICKY DIMUTASI - Kronologi Kasus Korupsi yang Diusut Aipda Vicky, Pengadaan Tas Belanja Rp 2 Miliar
VICKY DIMUTASI - Kronologi Kasus Korupsi yang Diusut Aipda Vicky, Pengadaan Tas Belanja Rp 2 Miliar (Ist/Faceebook Vicky)

"Kemudian saya berpangkat Aipda, jadi golongan Bintara, bukan Perwira, yang tentu berbeda sistem penempatan mutasi jabatannya antara perwira dengan Bintara," katanya. 

Selain itu kata Vicky, sebelum dimutasikan, dia tercatat sebagai anggota Sentra Penegakan Hukum Terpadu, Sentra Gakumdu Kabupaten Minahasa. 

"Berdasarkan penyampaian Kabareskrim seingat saya, malah ada surat telegramnya bahwa anggota Gakumdu dalam menghadapi Pilkada 2024 tidak bisa dimutasikan, terkecuali promosi atau demosi," katanya.

Vicky menyampaikan bahwa sejak bertugas tahun 2004-2005, dia belum pernah terlibat, belum pernah melakukan pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik, apalagi tindak pidana. 

"Nah kemudian yang terakhir, saya sedang menangani kasus, menangani perkara yang mengundang atensi publik yaitu perkara korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting di Kabupaten Minahasa," jelasnya. 

Baca juga: Kronologi Korupsi yang Bikin Aipda Vicky Dimutasi, Proyek Tas Belanja Rp 2 M, Polisi Sampai Resign

"Nah jadi inti surat saya ke Pak Kapolri adalah meninjau kembali mutasi saya dari Polres Minahasa ke Polres Kepulauan Talaud kemudian memohon untuk dapat saya melanjutkan. penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan tas ramah lingkungan yang penyelidikannya sudah saya mulai sejak tahun 2021," tambahnya.

Sayangnya surat tersebut tidak ada balasan.

"Mungkin tidak sampai ke Kapolri," katanya.

Kasus Korupsi yang Ditangani Vicky

Dia sedang melakukan penyidikan kasus pengadaan tas ramah lingkungan.

Proyek pengadaan tas ini terjadi 2020.

Proyek menelan anggaran sampai Rp 2,2 miliar.

Baca juga: Cerita Polisi Mendadak Dimutasi Saat Usut Korupsi, Libatkan Pejabat Minahasa, Kini Pilih Mundur

Pelaksannya dilakukan pihak ketika kepada hukum tua di 227 desa di Kabupaten Minahasa.

Tas tersebut dijual ke pihak desa dengan harga satuan Rp 15 ribu.

Totalnya ada 150 ribu tas yang terjual.

  • Alih Profesi

Vicky enggan menjelaskan lebih jauh terkait alasan pengunduran dirinya. 

Saat ditanya dia hanya menjawab singkat. 

"Itu salah satu alasannya," kata dia.

"Saya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan Juni 2025, tapi baru skrng di ACC," katanya. 

Ditanya terkait rencana ke depannya setelah mundur dari institusi Polri, dia menjawab singkat sambil tertawa. 

"Saya masih menikmati jualan kopi," katanya.

Vicky juga menulis sindiran di media sosialnya.

"Lebih baik jadi tukang kopi daripada tunduk pada penjilat." tulisnya di media sosial.

https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.