30 Pantun Jumat Agung 2026 Penuh Makna, Kenang Pengorbanan Yesus Kristus Tebuh Dosa Umat Manusia
Intan April 02, 2026 07:38 PM
TRIBUNSORONG.COM - Berikut tiga puluh pantun Jumat Agung 2026 penuh makna, cocok dibagikan di media sosial.
Besok Jumat 3 April 2026, umat nasrani di seluruh dunia akan memperingati Hari Jumat Agung 2026.
Jumat Agung merupakan peringatan kematian Yesus di kayu salib di Bukit Golgota.
Bagi umat Kristiani, makna penyaliban dan kematian Yesus adalah bentuk pengorbanan-Nya untuk pengampunan dosa umat manusia.
Yesus diyakini menyerahkan nyawa-Nya sebagai penebusan atas dosa-dosa umat manusia.
Baca juga: Misa Jumat Agung di Paroki St. Albertus Agung Sorong Selatan, Pastor Ulas Cinta dan Ketaatan Yesus
Baca juga: Ibadah Jumat Agung di Kota Sorong, Pater Iventus Kocu: Tetap Beriman di Tengah Persoalan Hidup
Jumat Agung atau Good Friday (Freepik)
Istilah "Agung" (atau Good Friday dalam bahasa Inggris) merujuk pada hasil akhir dari pengorbanan tersebut, yaitu keselamatan dan kemenangan kasih atas dosa.
Berbagai cara dapat dilakukan untuk memperingati hari bersejarah ini, termasuk dengan membagikan pantun.
Berikut 30 pantun yang dapat dibagikan untuk memperingati Jumat Agung 2026.
PANTUN JUMAT AGUNG 2026
Pergi ke pasar membeli jamu, Jamu diminum di dalam ruang. Terima kasih atas kasih-Mu, Menebus dosa setiap orang.
Kain tenun indah polanya, Dibeli satu di hari pekan. Salib-Mu bukti cinta sesungguhnya, Nyawa sendiri Kau relakan.
Memetik bunga di dalam taman, Bunga melati putih warnanya. Teguhkan hati dalam beriman, Melihat pengorbanan-Mu yang mulia.
Menjemur baju di atas galah, Baju kering karena surya. Darah yang tumpah takkan sia-sia, Membasuh hati dari segala cela.
Burung merpati terbang ke awan, Hinggap sebentar di dahan jati. Jumat Agung hari penuh kasih, Tanda setia sampai mati.
Pergi mendaki ke bukit tinggi, Melihat lembah hijau membentang. Tinggalkan sombong rendahkah hati, Dihadapan salib-Mu kami datang.
Membeli kain berwarna biru, Untuk dipakai di hari raya. Basuhlah aku dengan roh baru, Agar hidupku memuliakan-Mu saja.
Air mengalir di dalam parit, Ikan berenang ke sana kemari. Meski jalan-Mu penuh pait, Itulah jalan keselamatan kami.
Menanam padi di hari cerah, Padi tumbuh dengan subur. Dihadapan salib aku berserah, Segala dosa kini telah terkubur.
Duduk santai di depan teras, Sambil meminum segelas kopi. Dunia ini bising dan keras, Hanya di kaki-Mu damai bersemi.
Menulis surat dengan tinta, Simpan di dalam kotak kayu. Di Golgota tertulis kisah cinta, Cinta Tuhan yang takkan layu.
Berlayar jauh ke tanah seberang, Membawa bekal secukupnya. Maut tak lagi menakutkan orang, Sebab Kau menang atas segalanya.
Pohon beringin akarnya kuat, Tempat berteduh kala hujan. Salib-Mu adalah kekuatan umat, Dalam menempuh segala ujian.
Memasak sayur di atas tungku, Harum baunya menggugah selera. Kau pikul salib demi dosaku, Agar aku bebas dari sengsara.
Membeli cermin di toko kaca, Melihat diri dengan seksama. Lihatlah luka yang tak terhingga, Semua itu demi kita semua.
Pergi ke sawah membawa cangkul, Bekerja giat hingga petang. Beban berat sanggup Kau pikul, Agar terang-Mu segera datang.
Menari indah dengan gemulai, Iringan musik sangat merdu. Tugas-Mu kini telah selesai, Kau bawa kami ke jalan yang satu.
Membeli buah di pinggir jalan, Buah duku manis rasanya. Bukan perak bukan perhiasan, Darah-Mu harga penebusannya.
Awan putih berarak pelan, Langit biru luas membentang. Kasih Tuhan bukan khayalan, Menerangi hati yang sedang bimbang.
Menimba air di dalam sumur, Air dingin segarkan raga. Biarlah syukur terus bertabur, Atas jalan-Mu menuju surga.
Bintang bersinar di malam sepi, Bulan sabit tampak cahaya. Jumat Agung mari merenungi, Begitu berharga jiwa manusia.
Makan ketupat dengan rendang, Dimakan bersama keluarga besar. Meski kegelapan kini datang, Cahaya-Mu tetap memancar fajar.
Menenun benang menjadi kain, Kain dipakai untuk menari. Janganlah iri pada yang lain, Sebab Tuhan menjaga kita tiap hari.
Berjalan jauh memakai sepatu, Singgah sebentar di rumah teman. Hanya pada-Mu aku menyatu, Tuhan Yesus sumber kedamaian.
Membeli payung karena hujan, Hujan turun membasahi bumi. Terpujilah Engkau sepanjang zaman, Atas kasih-Mu kepada kami.
Pergi ke bukit melihat mentari, Udara sejuk terasa di dada. Selamat merenungi hari suci ini, Di dalam Tuhan harapan s'lalu ada.
Bunga mawar mekar di taman, Harum semerbak di pagi hari. Sungguh besar kasih Tuhan, Rela berkorban tebus dosa diri.
Pergi ke pasar membeli kain, Kain ditenun elok rupanya. Tiada kasih yang lebih lain, Selain nyawa bagi sahabat-Nya.
Kayu jati diukir indah, Jadi hiasan di dalam rumah. Di atas bukit salib terpancang sudah, Tanda cinta yang tak pernah lemah.
Menjemur padi di atas tampah, Hari panas keringlah dia. Darah suci telah tertumpah, Membawa damai bagi dunia.