TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Aksi dua bocah di Kabupaten Tana Tidung , Kalimantan Utara ( Kaltara ) menyita perhatian setelah keduanya dengan santai membawa seekor anak buaya menggunakan sepeda motor.
Kedua bocah yang diperkirakan masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) itu terlihat tanpa rasa takut menggendong buaya dengan panjang sekitar satu meter.
Terlihat buaya tersebut dibawa dalam kondisi moncong terikat dan diduga sudah tidak bernyawa.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Kecamatan Sesayap, tepatnya saat keduanya melintas membawa buaya tersebut dari arah Desa Limbu Sedulun, di sekitar Pelabuhan Keramat yang berbatasan langsung dengan Desa Tideng Pale pada Kamis (2/4/2026).
Baca juga: Buaya Muara Kerap Muncul di Permukiman Warga, PMK Tarakan Tegaskan Bukan Tupoksinya: Ada di KKP
Berdasarkan pengakuan kedua bocah tersebut, buaya yang mereka bawa merupakan hasil setruman seorang nelayan di Sungai Sesayap, tepatnya di wilayah Kampung KB, Desa Tideng Pale Timur.
"Buayanya tadi disetrum sama nelayan di Kampung KB habis itu baru kami ambil pas buayanya sudah pingsan," ujar Sadil kepada TribunKaltara.com saat ditemui di Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara Kaltara, Kamis (2/4/2026) dengan buaya di tangannya.
Setelah mendapatkan buaya tersebut, keduanya sempat berinisiatif menjualnya kepada warga sekitar.
Mereka menawarkan anak buaya tersebut dengan harga Rp 50 ribu.
"Kami mau jual kalau ada yang mau beli Rp 50 ribu lah," ucapnya dengan polos.
Baca juga: Warga Nunukan Kaltara Diserang Buaya saat Cuci Rumput Laut, Tangan Kiri Nyaris Putus
Namun, tidak ada warga yang berminat membeli, sehingga keduanya memilih untuk memberikan buaya tersebut secara cuma-cuma.
"Ndak ada yang mau beli, jadi kami mau kasih aja sama siapa yang mau ambil," kata Apip dengan nada riang khas anak-anak.
Diketahui, wilayah Kabupaten Tana Tidung memang dikenal memiliki populasi buaya yang cukup tinggi, khususnya di perairan Sungai Sesayap dan sekitarnya.
Bahkan, dalam beberapa kejadian sebelumnya, warga setempat pernah menjadi korban dari hewan buas tersebut.
(*)
Penulis : Rismayanti