TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- PSMS Medan U-19 harus puas berbagi poin dengan PSIS Semarang U-19 pada laga pembuka Grup C Elite Pro Academy (EPA) Championship U-19 2026.
Bertanding di Lapangan Garudayaksa, Bekasi, Kamis (2/4/2026), kedua tim bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang berlangsung sengit sejak awal hingga akhir laga.
Skuad Ayam Kinantan Muda sebenarnya mampu memulai pertandingan dengan baik.
Mereka langsung tampil menekan dan berhasil mencuri keunggulan lebih dulu melalui aksi Alif Gunawan pada menit ke-13.
Gol tersebut berawal dari skema serangan rapi yang mampu dimaksimalkan dengan baik, sekaligus memberi kepercayaan diri bagi PSMS untuk mengendalikan permainan di babak pertama.
Sepanjang paruh pertama, PSMS Medan U-19 tampil cukup disiplin dalam menjaga lini pertahanan sekaligus beberapa kali menciptakan peluang tambahan.
Namun, sejumlah kesempatan yang didapat belum mampu dikonversi menjadi gol kedua.
Memasuki babak kedua, PSIS Semarang U-19 yang berjuluk Mahesa Jenar Muda tampil lebih agresif.
Hasilnya, mereka mampu menyamakan kedudukan melalui gol Nabil Putra pada menit ke-47.
Gol cepat di awal babak kedua tersebut membuat jalannya pertandingan kembali terbuka.
Setelah skor menjadi imbang, kedua tim saling jual beli serangan.
PSMS Medan U-19 berupaya kembali unggul, namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang demi peluang terbuang sia-sia.
Di sisi lain, PSIS juga beberapa kali mengancam, tetapi lini belakang PSMS masih mampu meredam serangan lawan hingga laga usai.
Pelatih PSMS Medan U-19, Kas Hartadi, tetap memberikan apresiasi atas perjuangan para pemainnya meski gagal meraih kemenangan.
Ia menilai anak asuhnya telah menunjukkan semangat juang dan determinasi tinggi sepanjang pertandingan.
“Yang pertama, saya ucapkan terima kasih. Pemain pagi ini bermain sangat luar biasa dan sudah memberikan semua kemampuannya,” ujar Kas Hartadi.
Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak akan berpuas diri dengan hasil ini.
Evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan guna memperbaiki kekurangan di semua lini, mulai dari penjaga gawang, lini pertahanan, lini tengah, hingga lini depan.
Menurutnya, salah satu aspek yang menjadi perhatian utama adalah ketajaman dalam penyelesaian akhir.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga fokus sepanjang pertandingan agar keunggulan yang sudah diraih tidak mudah disamakan oleh lawan.
“Evaluasi pasti kita lakukan di semua lini. Finishing masih jadi catatan penting, begitu juga fokus pemain agar keunggulan tidak cepat hilang,” tambahnya.
Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup C EPA Championship U-19 2026 dipastikan berjalan ketat sejak awal.
PSMS Medan U-19 diharapkan mampu tampil lebih efektif dan klinis pada pertandingan selanjutnya demi meraih kemenangan perdana dan menjaga peluang lolos ke fase berikutnya.
(Cr29/tribun-medan.com)