TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Proyek Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) atau galian kabel di sejumlah titik Kota Bandung, kembali mendapat sorotan karena sudah beberapa kali menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Kecelakaan tersebut terjadi karena bekas galian kabel tidak rata atau permukaannya lebih tinggi dan tampak bergelombang, sehingga kondisi ini kerap menyebabkan pengendara motor terjatuh.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, proyek IPT tersebut sudah banyak dibahas saat rapat pimpinan (Rapim), sehingga pihaknya akan melakukan perbaikan, termasuk beautifikasi di 17 ruas jalan.
"Tetapi pada saat bersamaan yang menjadi sangat penting adalah kita akan melakukan pengamanan pekerjaan infrastruktur pasif telekomunikasi," ujar Farhan, Kamis (2/4/2026).
Proyek galian kabel tersebut dilakukan PT Bandung Infra Investama (PT BII) dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel). Sehingga keduanya diminta untuk turut melakukan perbaikan bekas galian.
"Pengamanan juga dilaksanakan PT BII, dan Apjatel, maupun oleh pihak-pihak lain karena tanpa koordinasi yang baik ternyata menimbulkan kecelakaan pada banyak pihak," katanya.
Baca juga: Trotoar Bandung Bak Area Perang Proyek Galian, Wali Kota Farhan Kembali Ultimatum: Selesai 12 Maret
Untuk mencegah kecelakaan, kata Farhan, Pemerintah Kota Bandung akan segera membuat marka-marka pengamanan di titik yang rawan terhadap kecelakaan akibat bekas galian kabel dan proyek galian yang lainnya.
"Jadi saya akan mohon maaf sekali kepada warga Kota Bandung, beberapa titik akan terasa lebih padat dan lebih macet karena lubang-lubang atau bekas-bekas galian yang beresiko tersebut akan kita pasangi marka jalan," ucap Farhan.
Meski belum ada data pasti, Farhan menyebut masih ada ratusan titik bekas galian kabel yang harus dilakukan perbaikan agar kecelakaan lalu lintas seperti adanya pengendara motor terjatuh tidak kembali terjadi.
"Banyak ya (bekas galian yang harus diperbaiki, ada ratusan. Jadi saya tidak mau sampai terjadi kejadian kecelakaan-kecelakaan lagi," ujar Farhan.
Menurut Farhan, kondisi bekas galian di sejumlah titik tersebut sama sekali tidak bisa dianggap sepele. Sebab, jika sampai terjadi lagi kecelakaan lalu lintas, tentunya bisa menimbulkan pelanggaran pidana.
"Tapi untuk pekerjaan akan berlanjut. Nah sambil menunggu pekerjaan berlanjut, yang akan digali itu kita tutup-tutupin dulu kan sekarang gitu raweuy (tidak rapi)," ucapnya.
Atas hal tersebut, kata Farhan, proyek ini nantinya akan dibuat standar pengamanan yang sangat baik dengan penanggungjawab Diskominfo didampingi oleh PT BII, Dishub dan juga disupport Satpol PP dan kewilayahan.
"Kelurahan sama kecamatan juga akan menyampaikan hal yang sama. Hari ini harus sudah jadi, untuk pengamanan mah harus sudah selesai, kalau target harus selesai bulan Juni," ujar Farhan.