TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Sebuah rumah panggung milik warga di Desa Kembang Paseban, Kecamatan Mersam, Kabupaten Batang Hari, hangus dilalap si jago merah, Kamis (2/4/2026) siang.
Peristiwa ini sempat viral di media sosial setelah video kebakaran beredar luas.
Dalam video yang diunggah akun Instagram Instagram @infobatanghari, terlihat kobaran api membesar melahap bangunan rumah panggung.
Sejumlah warga tampak panik dan berupaya membantu proses pemadaman, sementara petugas pemadam kebakaran berupaya menjinakkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Berdasarkan laporan resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Batang Hari, kebakaran tersebut terjadi di RT 02 Desa Kembang Paseban.
Kepala Bidang Pemadaman, Penyelamatan Sarana dan Prasarana Disdamkarmat Batang Hari, Muhammad Jasmin, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 12.10 WIB.
Ia menjelaskan, laporan pertama kali disampaikan oleh seorang warga bernama Abdullah melalui sambungan telepon.
"Petugas menerima laporan adanya kebakaran rumah dari masyarakat pada pukul 12.10 WIB, kemudian langsung menuju lokasi satu menit setelahnya," ujarnya saat dihubungi via WhatsApp.
Tim Regu Bravo Pos WMK Mersam tiba di lokasi sekira pukul 12.16 WIB atau dengan waktu respons kurang lebih lima menit sejak laporan diterima.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman sekaligus memblokir penyebaran api yang saat itu sudah membesar.
"Personel langsung melakukan pemadaman dan berupaya memblokir arus api agar tidak menyambar rumah di sekitarnya," jelasnya.
Ia menambahkan, api dengan cepat menghanguskan satu unit rumah panggung milik warga.
Dari hasil penanganan di lapangan, kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting arus listrik.
Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materil ditaksir mencapai sekira Rp1 miliar.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama, yakni sekira tiga jam, sebelum akhirnya api berhasil dikendalikan. Petugas kembali ke pos pada pukul 16.10 WIB.
Dalam proses pemadaman, pihak Damkar juga menghadapi sejumlah kendala, di antaranya keterbatasan nozel dan alat pelindung diri (APD), sehingga membutuhkan bantuan tambahan dari pos lain.
Baca juga: 22 Kasus Kebakaran di Kota Jambi Sepanjang 2026, Ada Dua Korban Jiwa