TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai melakukan perbaikan rumah warga yang rusak akibat bencana pada awal 2026. Saat ini terdapat tiga rumah dengan kategori rusak berat yang sedang dalam proses perbaikan.
Rumah tersebut berada di Desa Taman, Kecamatan Grujugan, serta di wilayah Kecamatan Curahdami.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (Perkim Ciptaru) Bondowoso, Dadan Kurniawan, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran perbaikan rumah terdampak bencana sebesar Rp20 juta untuk setiap unit rumah.
Menurutnya, nilai bantuan tersebut setara dengan bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
“Besarannya Rp20 juta per unit,” ujar Dadan saat dikonfirmasi, Kamis (2/4/2026).
Dana perbaikan rumah tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Bondowoso melalui pos anggaran khusus untuk penanganan rumah terdampak bencana.
Baca juga: Dishub Bondowoso Ubah Sistem PJU ke Meterisasi, Hemat Biaya Listrik Rp 682 Juta
Dadan menjelaskan, berdasarkan kewenangan yang dimiliki, dinas hanya menangani perbaikan rumah dengan kategori rusak berat.
Kategori ini mengacu pada tingkat kerusakan bangunan yang mencapai lebih dari 60 persen dari total struktur bangunan.
“Pengerjaannya direncanakan tuntas dalam waktu tiga minggu,” tambahnya.
Baca juga: Pelajar SMKN 3 Bondowoso Berhasil Konversi Motor BBM Jadi Listrik, Bisa Tempuh 65 Km
Berdasarkan data BPBD Bondowoso, sepanjang Januari 2026 tercatat 70 kejadian bencana di wilayah tersebut.
Rinciannya meliputi:
Rentetan bencana tersebut menyebabkan berbagai kerusakan, di antaranya:
Baca juga: 237 Prajurit Yonif 514 Raider Bondowoso akan Berangkat ke Lebanon
Selain rumah warga, beberapa infrastruktur juga terdampak, seperti 1 akses jalan, 3 jembatan, dan 7 saluran drainase. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum berupa 1 kantor dan 3 bangunan sekolah.
Wilayah Rawan Bencana
BPBD mencatat terdapat tiga kecamatan di Bondowoso yang memiliki tingkat kerawanan bencana tertinggi, yakni Kecamatan Bondowoso, Cermee, dan Maesan.