TRIBUNNEWS.COM - Efek insiden Marco Bezzecchi dengan Marc Marquez di Sirkuit Mandalika tahun 2025 masih disebut sebagai penyebab kakak Alex Marquez belum menemukan potensi terbaiknya di MotoGP 2026.
Andrea Dovizioso selaku mantan pembalap Ducati meyakini bahwa juara dunia bertahan itu tengah menghadapi krisis kebugaran yang jauh lebih pelik daripada kelihatannya.
Pembalao Italia itu memperingatkan bahwa cedera yang membekap sang bintang di Sirkuit Mandalika mungkin tidak memiliki solusi instan atau bahkan tidak ada solusi sama sekali.
Hingga saat ini, pembalap utama Ducati tersebut memang tampak belum pulih total dari cedera bahu kanan usai insiden tabrakan dengan Marco Bezzecchi.
Meski kubu Marquez terus menebar optimisme tentang proses pemulihan, Marc sendiri sempat mengakui bahwa ia masih meraba-raba seperti apa kondisi fisik 100 persen yang baru baginya saat ini.
Imbas dari permasalahan itu memunculkan keraguan di garasi Ducati.
Sebagaimana melansir Motorsport, banyak pihak tidak yakin proses pemulihan ini akan cukup bagi Marquez untuk mengejar ketertinggalan dari Aprilia, terutama Bezzecchi.
Memasuki seri ketiga MotoGP 2026, Marquez tertahan di peringkat kelima klasemen, terpaut 36 poin dari puncak klasemen.
Dovizioso, sosok yang tiga kali menjadi runner-up di bawah bayang-bayang dominasi Marquez pada 2017-2019, memberikan analisis tajam.
Sebagai orang yang bertarung satu lawan satu di masa kejayaan Marquez bersama Honda, Dovi memahami betul gestur dan ketangguhan mental rivalnya tersebut.
Baca juga: Gantian Pecco Bagnaia Selamatkan Muka Ducati, Marc Marquez Kena Batunya
Setelah GP Amerika Serikat, Dovizioso yang kini menjabat sebagai pembalap penguji Yamaha, memberikan penilaian pahit bagi para penggemar The Baby Alien.
"Marc bukan tipe pembalap yang suka mengeluh dan dia tidak pernah mencari-cari alasan," ujar Dovizioso mengutip Moto.it.
Menurut Dovi, karakter Marc yang pendiam soal rasa sakit membuat publik sering kali meremehkan betapa parahnya masalah yang ia hadapi.
"Kebenaran tentang bagaimana kondisinya dan seberapa banyak masalah yang ia milik tidak pernah benar-benar dihargai."
"Namun, situasi Marc menurut pendapat saya jauh lebih serius daripada yang terlihat," tegasnya.
Dovizioso bahkan meragukan gelar juara yang diraih Marquez tahun lalu didapat dengan kondisi fisik prima.
Ia meyakini Marc membalap dengan keterbatasan yang luar biasa, dan kecelakaan di Mandalika justru memperparah cedera lama pada lengannya.
Bagi banyak pengamat, Circuit of the Americas (COTA) di Austin adalah patokan utama.
Sebagai "Raja COTA", Marquez biasanya mampu menutupi kekurangan motor dengan kemampuan fisiknya yang luar biasa.
Namun, hasil di MotoGP Amerika 2026 beberapa waktu lalu justru menjadi alarm peringatan.
"Austin adalah konfirmasi definitif. Di tempat di mana ia seharusnya bisa membuat perbedaan, ia justru tidak mampu melakukannya," kata Dovizioso beri penilaian.
Komentar ini seolah menegaskan bahwa limitasi fisik pada lengan Marquez kini telah mencapai titik jenuh.
Jika di trek favoritnya saja ia gagal mendominasi, maka tantangan di sirkuit lain akan jauh lebih berat.
(Tribunnews.com/Niken)