Laporan Maulidi Alfata | Aceh Timur
SERAMBINEWS.COM, IDI - Ratusan perempuan dari berbagai gampong di Kabupaten Aceh Timur turun ke jalan dan mendatangi Pendopo Bupati Aceh Timur di Idi Rayeuk.
Mereka menuntut kejelasan atas kekacauan data korban banjir yang dinilai tidak valid.
Sehingga banyak warga terdampak belum menerima jaminan hidup (jadup) atau bantuan lainnya maupun DTH, Kamis (2/4/2026).
Aksi yang didominasi kaum ibu atau emak-emak ini mencerminkan keresahan warga yang sudah lama menanti kepastian bantuan pasca-bencana banjir besar yang melanda Aceh, khususnya Aceh Timur.
Mereka menyebut data penerima bantuan masih simpang siur dan tidak akuntabel, sehingga sebagian korban yang berhak justru tidak tersentuh bantuan sama sekali.
Baca juga: Jembatan Darurat Lintas Aceh Timur - Gayo Lues kembali Rusak, Warga Minta Jembatan Bailey
Dalam aksi yang dipimpin oleh Rony Haryanto itu, ratusan warga menyampaikan lima tuntutan utama kepada pemerintah:
Pertama mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menuntaskan seluruh permasalahan yang berkaitan dengan korban bencana banjir di Aceh, khususnya Aceh Timur, tanpa penundaan lebih lanjut.
Kedua mendesak Pemerintah Pusat dan Daerah termasuk BNPB, BPBD Aceh Timur, Kementerian Sosial RI, serta Kepala Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi untuk memberikan hak-hak seluruh korban banjir secara adil dan tanpa diskriminasi.
Ketiga menagih janji Presiden RI Prabowo Subianto yang sebelumnya menyatakan bahwa Indonesia tidak membutuhkan bantuan asing dalam penanganan bencana banjir karena negara memiliki kemampuan dan anggaran yang cukup.
Massa menilai pernyataan itu harus dibuktikan dengan pemenuhan hak seluruh korban tanpa terkecuali.
"Kami juga menuntut evaluasi menyeluruh terhadap data korban penerima bantuan banjir Aceh dan Aceh Timur yang dinilai masih kacau dan tidak dapat dipertanggungjawabkan," tuyur Rony.
Seteta mendesak pemerintah daerah untuk berjuang sungguh-sungguh dalam membela nasib seluruh korban bencana banjir hingga tuntas, secara benar dan berkeadilan.
Hingga saat ini, ratusan masyarakat masih menyampaikan aspirasinya didepan Pendopo Idi Rayeuk, Gampong Jawa, Kabupaten Aceh Timur. (*)