Duduk Berdampingan dengan GKR Mangkubumi, Ini Momen Kapolri Hadiri Kirab HUT ke-80 Sri Sultan HB X
Muhammad Fatoni April 02, 2026 08:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, diwarnai dengan prosesi kirab mangayubagyo oleh para lurah dan pamong se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Acara yang diselenggarakan di Kagungan Dalem Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada Kamis (2/4/2026) ini turut dihadiri langsung oleh Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Berdasarkan pantauan Tribun Jogja, Jenderal Listyo Sigit tiba di Pagelaran Kraton Yogyakarta sekitar pukul 09.00 WIB mengenakan kemeja batik bernuansa cokelat berlengan panjang. 

Setibanya di sana, Listyo menempati kursi yang berada tepat di samping putri sulung Sri Sultan HB X, GKR Mangkubumi.

Seusai acara, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X tampak menghampiri dan menyalami Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Selain Kapolri, Sri Sultan HB X juga tampak menyapa seniman Butet Kartaredjasa beserta sejumlah tamu undangan lainnya.

Setelah momen tersebut, Kapolri tampak khidmat menyimak seluruh rangkaian acara hingga selesai.

Rangkaian Kirab

Rangkaian kirab diisi oleh rombongan perwakilan tiap kalurahan se-DIY yang silih berganti menghadap Sri Sultan untuk memberikan salam penghormatan.

Dalam prosesi ini, setiap rombongan kalurahan dari Kota Yogyakarta hingga Kabupaten membawa buah tangan atau Glondong Pangarem-arem berupa hasil bumi dan produk UMKM khas masing-masing daerah.

Kirab diawali oleh rombongan dari Kota Yogyakarta yang membawa produk-produk UMKM.

Barisan selanjutnya diisi oleh perwakilan Kabupaten Sleman yang mempersembahkan hasil bumi berupa buah-buahan dan sayuran.

Disusul rombongan dari Kabupaten Bantul yang membawa komoditas pertanian seperti bawang hingga padi.

Kabupaten Kulon Progo juga turut berpartisipasi dengan membawa hasil bumi andalannya.

Rangkaian kirab kemudian ditutup oleh perwakilan dari Kabupaten Gunungkidul yang menyerahkan hasil bumi beserta kerajinan UMKM.

Seluruh persembahan Gelondong Pangarem-arem tersebut kemudian diterima oleh abdi dalem di pintu keluar untuk dikumpulkan menjadi satu.

Baca juga: HUT ke-80 Sri Sultan HB X: Dari Hasil Bumi hingga UMKM, Glondong Pangarem-arem Dibagi ke Penjuru DIY

Persembahan Potensi Daerah

Ketua Umum Paguyuban Lurah dan Pamong Kalurahan Nayantaka DIY, Gandang, menegaskan bahwa pihaknya tidak mewajibkan jenis Gelondong Pangarem-arem tertentu untuk dibawa. 

Menurutnya, semua persembahan disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing kalurahan.

"Berdasarkan potensi di daerah masing-masing, kalau Kulon Progo punya durian ya bawa durian, yang dekat pesisir bawa kelapa ya monggo, yang penting tidak memberatkan. Mungkin dari teman-teman Gunungkidul bawa ketela, ya nggak apa-apa, apa yang dipunya, nggak harus semua sama," papar Gandang dalam jumpa pers di Kantor Nayantaka, Senin (30/3/2026) sore.

Gandang menjelaskan lebih lanjut bahwa pemberian Gelondong Pangarem-arem tersebut memiliki makna filosofis yang mendalam sebagai wujud syukur masyarakat desa.

"Ucapan terimakasih karena selama ini kalurahan sudah bisa menggunakan tanah miliknya Keraton, yang juga merupakan PAD tiap kalurahan. Nah dari situ kami ingin menghaturkan sebagian kecil hasil dari tanah-tanah itu," ujarnya secara lengkap. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.