Kisah Haru Mismaya Al Khaerat Sekolahkan Putri di SMP-SMA Islam Ranu Harapan Kini Lulus SNBP Unhas
Muh Hasim Arfah April 02, 2026 08:22 PM

 

TRIBUN-TIMUR.COM- SMA Islam Ranu Harapan Makassar berhasil meloloskan siswa dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sekolah ini berhasil meloloskan empat dari lima siswanya yang ikuti SNBP ke perguruan tinggi negeri favorit 

Salah satunya adalah Keyziyah Saqiyah Shalsabilah. Ia lolos dalam Program Studi Bahasa Mandarin dan Kebudayaan Tiongkok (S1) Universitas Hasanuddin.

Prospek kerja lulusan bahasa Mandarin sangat luas dan menjanjikan, didorong tingginya investasi Tiongkok dan kebutuhan bisnis internasional.

Peluang karier meliputi interpreter, translator, staf perusahaan multinasional, pendidik, hingga sektor pariwisata.

Gaji penerjemah profesional berkisar antara Rp4 juta - Rp15 juta per bulan

Namun, di balik prestasi Keyziyah, terdapat sebuah cerita menarik tentang peran sistem pendidikan yang diterapkan sekolahnya.

Sang ibu, Mismaya Al Khaerat, menyebut, kelulusan putrinya bukan semata karena bimbingan belajar di luar, melainkan karena metode unik yang diterapkan sekolah selama tiga tahun terakhir.

Mismaya mengungkapkan, putrinya telah bersekolah di Ranu Harapan sejak duduk di bangku SMP.

Salah satu hal yang paling membedakan adalah suasana kekeluargaan yang terjalin antara siswa dan guru.

“Masuk pagi salat Dhuha dan mengaji sampai jam 10 pagi. Selain pendidikan umum, ada juga program Tahfidz yang menyenangkan,” ujar Mismaya.

Ia menyebut bagaimana para pengajar di sekolah tersebut yang masih tergolong muda mampu menjadi sahabat bagi anak-anak.

“Para pengajar itu akrab, mereka menjadi teman bagi anak-anak. Kadang mereka hang out bareng. Menghadapi anak yang sedang remaja tentu kompleks, tapi sebagai orang tua saya sangat terbantu. Saya kadang menitipkan pesan atau nasihat lewat guru, karena anak-anak kadang lebih dengar ke guru yang mereka anggap seperti teman,” tuturnya.

Salah satu inovasi yang paling disoroti Mismaya adalah kebijakan khusus pada hari Rabu. Di hari tersebut, siswa tidak dibebani dengan jadwal pelajaran umum seperti biasa.

“Kerennya lagi, di hari Rabu anak-anak tidak direpotkan dengan pelajaran lain. Mereka fokus untuk kesiapan mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Alhasil, anak-anak tidak usah lagi ikut bimbingan belajar di luar,” jelas Mismaya.

Dengan sistem ini, sekolah berhasil mengonsentrasikan seluruh upaya persiapan akademik di lingkungan sekolah.

Menurut Mismaya, metode ini tidak hanya menghemat waktu dan biaya, tetapi juga membuat pengajaran lebih terarah karena pengajar sangat memperhatikan perkembangan siswanya secara langsung.

Diterimanya Keyziyah di Unhas melalui jalur prestasi (SNBP) menjadi bukti nyata bahwa pendekatan pendidikan yang humanis dan terstruktur mampu menghasilkan prestasi maksimal.

“Siswa sudah intensif belajar mempersiapkan diri di sekolah. Begitupun pengajarnya yang sangat memperhatikan siswanya. Ini hal yang menyenangkan bagi kami sebagai orang tua,” kata Mismaya sembari dengan mata berkaca-kaca.

Keyziyah kini tercatat sebagai salah satu dari empat siswa SMA Islam Ranu Harapan yang berhasil menembus PTN melalui jalur SNBP tahun ini. 

Ketua Dewan Pembina Yayasan Ranu Prima, yayasan yang membawahi SMA Islam Ranu Harapan Makassar, Muhammad Ramli Rahim, menyampaikan rasa bahagia atas kelulusan Peserta didik masuk ke universitas terkemuka di Indonesia. 

“Kami memang selalu berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan penting untuk duniawi dan akhirat dari peserta didik,” katanya. 

Menurutnya, kedua pendidikan ini sangat penting untuk masa depan dari peserta didik siswa dan siswi. 

“Selamat untuk siswa dan siswi yang lolos pada kampus pilihannya. Kami mendoakan semoga bisa berhasil dan sukses kedepannya,” katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.