Tanggapan Santai Soleh Solihun usai Dicibir Tak Layak di Indonesian Idol: Gue Ga Nilep Duit Rakyat
Sinta Darmastri April 02, 2026 08:38 PM

 

TRIBUNTRENDS.COM - Penunjukan Soleh Solihun sebagai salah satu juri Indonesian Idol Season 14 memicu gelombang tanya di kalangan netizen. Banyak yang meragukan kapasitas sang komika, Apakah seorang pelawak kompeten menilai kualitas vokal calon bintang?

Menanggapi riuh rendah kritik tersebut, Soleh Solihun tampil dengan gaya khasnya santai dan tidak meledak-ledak. Baginya, langkah kaki menuju meja juri bukanlah keputusan impulsif tanpa dasar yang kuat.

Benang Merah Wartawan Musik dan Kursi Juri

Bagi publik yang hanya mengenalnya lewat panggung stand-up comedy, profesi Soleh terdahulu mungkin terlupakan. Namun, dunia musik sebenarnya adalah rumah lama bagi pria ini. Sebelum dikenal sebagai aktor dan komika, Soleh adalah editor di majalah legendaris Rolling Stone Indonesia serta jurnalis di majalah Trax.

Dalam bincang-bincang di kanal YouTube Taulany TV, Soleh membeberkan alasan sederhana namun fundamental di balik keputusannya bergabung dengan ajang pencarian bakat tersebut.

"Begitu ditawarin jadi juri Indonesian Idol, ya udah, gue suka musik," kata Soleh.

Ia merasa perannya saat ini adalah kepanjangan tangan dari profesi yang telah ia geluti selama dua dekade terakhir.

"Ini enggak jauh beda dengan pekerjaan gue selama ini jadi wartawan musik," imbuhnya.

Baca juga: Karier Piche Kota, Alumni Indonesian Idol Jadi Tersangka Kasus Pelecehan, Berawal dari Penyanyi Kafe

Menilai dengan Lisan, Bukan Lagi Tulisan

Bagi Soleh, menilai sebuah karya musik adalah makanan sehari-harinya sejak tahun 2004. Perbedaannya hanya terletak pada medium penyampaiannya saja.

"Pada dasarnya ini pekerjaan yang sudah gue kerjakan dari 2004 sebagai wartawan musik, kan menilai, mengkritisi. Kalau dulu jadi wartawan lewat tulisan, ini lewat lisan," jelasnya.

Menanggapi perdebatan netizen soal kelayakannya, Soleh melihatnya dari sudut pandang yang sangat objektif dan relatif. Ia merasa kepercayaan yang diberikan oleh pihak stasiun televisi adalah validasi yang cukup.

"Menurut gue, perdebatan gue layak atau tidak itu relatif. Menurut orang RCTI gue layak. Dan gue merasa gue layak. Kalau orang menganggap gue tidak layak karena tidak bisa menyanyi, enggak apa-apa, silakan aja," sambungnya.

Spektrum Penilaian: Lebih dari Sekadar Nada

Soleh menekankan bahwa menjadi seorang penyanyi bukan hanya perkara mencapai nada tinggi atau teknik vokal yang sempurna. Ada aspek performa dan aura panggung yang menjadi satu kesatuan.

"Orang ketika manggung bukan cuma dinilai apakah dia bisa menyanyi dengan benar," ucap Soleh.
"Kan satu paket yang namanya penyanyi itu," lanjutnya lagi.

Baca juga: Penyanyi Jebolan Indonesian Idol & 2 Pelaku Lain jadi Tersangka Kasus Rudapaksa, Korban Siswi SMA

Gue Enggak Nilep Duit Rakyat

Satu hal yang menarik dari pembelaan diri Soleh adalah perspektifnya yang jenaka namun menohok saat menghadapi kritik keras. Ia merasa apa yang dilakukannya tidak membawa kerugian fatal bagi publik, sehingga ia tak merasa perlu tertekan.

"Toh yang gue kerjakan, gue cuma ngomentarin," kata Soleh.

"Kasarnya, kalau komentar gue salah, tidak berpengaruh ke hajat hidup orang banyak. Kasarnya gue enggak nilep duit rakyat, tidak membuat kebijakan yang merugikan rakyat, biarin aja. Toh ada empat juri lain yang bisa mengcounter omongan gue," pungkasnya.

Kini, duduk berdampingan dengan nama-nama besar seperti Maia Estianty, Bunga Citra Lestari, dan Judika, Soleh Solihun siap membawa perspektif unik dari kacamata seorang pengamat musik kawakan ke atas panggung Indonesian Idol.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.