Nasib Nakes Asyik Joget saat Operasi Pasien di RSUD Datu Beru Aceh, Terancam Sanksi dan Proses Hukum
Lulu Adzizah F April 02, 2026 08:42 PM

- Video memperlihatkan seorang tenaga kesehatan joget-joget saat prosedur medis sedang berlangsung, membuat heboh media sosial.

Sebuah video singkat yang memperlihatkan seorang nakes asyik berjoget di tengah tindakan operasi pasien mendadak viral, memicu gelombang kritik pedas dari netizen yang menyayangkan rendahnya empati dan profesionalisme di ruang bedah.

Kejadian ini bermula ketika video tersebut diunggah melalui akun TikTok @ibs.datu.beru.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang tenaga kesehatan berinisial RA, yang diketahui merupakan staf ruang bedah di RSUD Datu Beru, Aceh Tengah, melakukan gerakan joget saat prosedur medis sedang berlangsung.

Unggahan ini pun langsung menjadi bola panas di media sosial.

Masyarakat menilai tindakan tersebut sangat tidak etis, mengingat ruang operasi seharusnya menjadi tempat yang penuh konsentrasi dan penghormatan terhadap privasi serta keselamatan pasien.

Respons Tegas Direktur RSUD Datu Beru

Menanggapi kegaduhan tersebut, Direktur RSUD Datu Beru, Gusnarwin, angkat bicara.

Ia mengungkapkan kekecewaannya yang mendalam atas perilaku oknum pegawainya tersebut.

Menurutnya, aksi RA adalah pelanggaran serius yang mencoreng citra institusi kesehatan.

Pihak manajemen rumah sakit bergerak cepat dengan menggelar rapat internal untuk menentukan nasib RA.

Gusnarwin menegaskan bahwa langkah hukum dan administratif tengah disiapkan.

“Menindaklanjuti hal tersebut, kami telah melakukan rapat internal dan memanggil yang bersangkutan. Kami juga akan melaporkan permasalahan ini kepada BKPSDM Aceh Tengah agar saudara RA dapat diproses sesuai aturan kepegawaian,” kata Gusnarwin, Rabu (1/4/2026).

Komitmen Menjaga Integritas Profesi

Pihak rumah sakit memastikan bahwa proses disiplin akan dijalankan secara transparan.

Kejadian ini menjadi tamparan keras bagi manajemen untuk lebih memperketat pengawasan terhadap penggunaan perangkat digital di area sensitif seperti ruang operasi.

Manajemen RSUD Datu Beru berkomitmen bahwa integritas dan keselamatan pasien adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar dengan alasan konten media sosial semata.

“Hal ini menjadi pelajaran sekaligus peringatan bagi pegawai lain agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Gusnarwin.

Kasus ini kini berada di bawah penanganan BKPSDM Aceh Tengah untuk menentukan sanksi kepegawaian yang tepat bagi RA.

Insiden ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh tenaga medis di Indonesia agar tetap menjaga marwah profesi, bahkan di era digital yang serba terbuka ini.

(Tribun-Medan.com)

 

#RSUD Datu Beru Aceh #Joget  #RSUD Datu Beru Aceh #nakes

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.