Dinkes Tulungagung Mulai Vaksin Calon Jemaah Haji, Ada Empat Jenis Diberikan
Sri Wahyuni April 02, 2026 08:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung mulai memberikan vaksin kepada calon jemaah haji.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, ada tambahan vaksin polio yang diberikan ke calon jemaah haji.

Total ada empat vaksin yang diberikan, yaitu meningitis, covid-19, polio, dan influenza yang bersifat optional.

“Yang wajib adalah meningitis, lalu di era pandemi covid-19 ditambahkan, dan sekarang ada polio,” ungkap Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinkes Tulungagung, dr Aris Setiawan.

Untuk tahap pertama, Dinkes memberikan suntikan vaksin meningitis dan influenza.

Layanan vaksinasi dilakukan di semua Puskesmas yang bisa diakses calon jemaah haji, sampai Jumat (3/4/2026).

Dilanjutkan minggu kedua dan ketiga Bulan April dilanjutkan vaksin covid-19 dan polio.

“Tambahan vaksin polio tentu disyaratkan pemerintah Arab Saudi, lalu dilaksanakan pemerintah Indonesia,” sambung  Aris.

Dari sisi medis, pelaksanaan ibadah haji ada di tempat yang status penyakitnya berbeda dengan Indonesia.

Misalnya meningitis, di Indonesia tidak ada kasus namun di Arab Saudi dan negara-negara lain masih menjadi masalah.

Termasuk kasus infeksi saluran pernapasan karena MERS-CoV (Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus).

“MERS-CoV masih ada di Timur Tengah. Di sana juga masih menjadi perhatian pemerintah Arab Saudi,” tegasnya.

Baca juga: MKSO Kebun Dhoho Mulai Tanam Tebu Perdana 2026, Targetkan Produktivitas Lebih Optimal

Lanjut Aris, untuk kasus penyakit polio sempat muncul di Indonesia pada tahun 2024.

Pemerintah Arab Saudi tentu ingin memastikan calon jamaah hari Indonesia bebas dari virus polio.

Selain itu kasus juga muncul di negara-negara lain, seperti Afganistan dan Pakistan.

“Arab Saudi tentu ingin melindungi warganya. Kita juga ingin melindungi semua calon jamaah haji,” jelas Aris.

Vaksin meningitis berlaku selama 2 tahun, sehingga calon jemaah haji yang umrah pada tahun lalu tidak perlu divaksin ulang.

Sedangkan vaksin polio berlaku selama 1 tahun, sehingga jika masa berlakunya sudah lewat atau belum pernah divaksin wajib mendapatkan suntikan vaksin.

Sedangkan calon jemaah haji yang sudah divaksin covid-19 di tahun 2024 dan 2025 tidak perlu divaksin ulang.

“Kalau vaksinnya di bawah tahun 2024, akan dapat vaksin lagi,” pungkas Aris.

Jumlah CJH Tulungagung

Calon jemaah haji dari Kabupaten Tulungagung rencananya sejumlah 1.156 orang.

Mereka akan bergabung dalam kelompok terbang (kloter)  102, 103, 104, dan 105 embarkasi Surabaya.

Kloter 102, 103 dan 104 sepenuhnya akan berisi calon jamaah haji dari Kabupaten Tulungagung.

Sedangkan kloter 105 hanya berjumlah 29 orang, akan bergabung dengan calon jamaah haji dari Kabupaten Trenggalek.

Calon jamaah haji Kabupaten Tulungagung rencananya berangkat pada Bulan Mei 2026.

Kloter 102 direncanakan masuk Asrama Haji pada Minggu (17/5/2026)  pukul 21.00 WIB.

Sedangkan kloter 103 dan 104 masuk Asrama Haji pada Senin (18/5/2026) pukul 06.00 WIB.

Disusul kloter 105 masuk Asrama Haji di hari yang sama, pukul 06.30 WIB.

(David Yohanes/TribunMataraman.com)

Editor : Sri Wahyunik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.