Fadli Zon Soroti Aset Budaya RI yang Masih Bernilai Rp 1, Dorong Segera Dilakukan Appraisal
Rr Dewi Kartika H April 02, 2026 08:53 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan terus memprioritaskan perlindungan aset-aset budaya nasional, meskipun hingga saat ini banyak di antaranya belum memiliki nilai appraisal atau penilaian ekonomi yang jelas.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan saat ini fokus utama pemerintah adalah melakukan registrasi menyeluruh terhadap berbagai aset budaya, baik yang berada di museum maupun situs cagar budaya di seluruh Indonesia.

“Kalau ditanya prioritas, semuanya tetap prioritas perlindungan aset-aset budaya. Namun memang saat ini belum ada appraisal untuk aset-aset tersebut,” ujar Fadli Zon di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2026).

Ia menjelaskan, salah satu contoh adalah koleksi di Museum Nasional yang mencapai sekitar 194.000 item. 

Selain itu, masih banyak aset lain di museum-museum daerah serta situs bersejarah yang belum tercatat secara lengkap dan terverifikasi.

Menurutnya, nilai budaya dari aset-aset tersebut sejatinya tidak ternilai. 

Namun karena belum adanya sistem penilaian yang memadai, dalam pencatatan negara nilainya justru sering disimbolkan hanya sebesar Rp 1.

“Secara budaya tentu tidak ternilai. Tapi karena belum ada appraisal, akhirnya dicatat Rp 1. Padahal seharusnya bisa bernilai triliunan,” jelasnya.

Ke depan, pemerintah berencana menyusun sistem appraisal untuk mengukur nilai ekonomi dari aset budaya, meskipun diakui hal ini bukan perkara mudah.

Fadli mencontohkan kesulitan tersebut dengan menyebut salah satu situs warisan dunia, Candi Borobudur.

“Misalnya kita mau menilai harga Borobudur, itu sangat sulit. Tidak ada benchmark-nya, dan saat ini sedang kita susun,” katanya.

Pulangkan Aset

Selain registrasi dan penilaian, pemerintah juga terus mendorong upaya repatriasi atau pemulangan benda-benda budaya Indonesia dari luar negeri.

Dalam waktu dekat, repatriasi dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lain akan kembali dilakukan. 

Salah satu yang menjadi perhatian adalah koleksi Dubois yang berjumlah lebih dari 28 ribu item, termasuk fosil manusia purba yang dikenal sebagai Java Man.

“Masterpieces-nya sudah kembali, tapi pengiriman besar kemungkinan dilakukan sekitar Juni karena membutuhkan 6 sampai 8 kontainer. Diperkirakan tiba Agustus atau September,” ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus berupaya meminta pengembalian benda budaya dari Belanda dan negara lain, khususnya yang diperoleh secara tidak sah pada masa kolonialisme.

Fadli menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen negara dalam menjaga identitas dan warisan budaya bangsa.

“Kita akan terus meminta repatriasi benda-benda budaya yang secara asal-usul memang diperoleh tidak sah,” kata dia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.