Respons DPRD Surabaya Soal Mutasi Besar-besaran Pejabat Pemkot
Cak Sur April 02, 2026 09:32 PM

 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, memberikan respons tegas terkait rotasi 78 pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Kamis (2/4/2026). 

Langkah mutasi tersebut, dinilai sebagai momentum krusial untuk penyegaran organisasi demi mencapai target kinerja yang lebih agresif.

Yona menyebutkan, bahwa rotasi jabatan ini seharusnya menjadi pemicu bagi para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih keras. Hal ini penting guna memenuhi harapan warga, sekaligus mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Baca juga: BREAKING NEWS - Eri Cahyadi Mutasi 70 Pejabat Pemkot Surabaya: Tak Ada Matahari Kembar

Prioritas Kompetensi di Atas Kedekatan Personal

Politisi Partai Gerindra ini menekankan, bahwa evaluasi kinerja harus menjadi fondasi utama dalam setiap pergeseran jabatan. 

Menurut Yona, pergantian pejabat adalah konsekuensi logis bagi mereka yang belum mampu memenuhi ekspektasi publik.

  • Evaluasi kinerja dilakukan secara berkala dan transparan.
  • Memberikan kesempatan bagi ASN yang memiliki kualifikasi lebih baik.
  • Memastikan roda pemerintahan berjalan optimal dan tanpa hambatan birokrasi.

Pria yang akrab disapa Cak Yebe ini, juga mengingatkan agar proses rotasi tidak dicemari oleh faktor subjektivitas. 

Ia menegaskan dukungan DPRD akan terus mengalir, selama kebijakan tersebut dilakukan secara profesional tanpa melihat 'circle' pimpinan.

Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Copot Lurah dan Camat Surabaya Jika Program Prioritas Molor

Sorotan Strategis untuk Diskominfo dan Program DTSEN

Salah satu poin penting dalam rotasi kali ini, adalah penempatan Eddy Christijanto sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). 

Yona menilai, pengalaman Eddy di Dispendukcapil akan menjadi modal besar bagi Surabaya.

"Penempatan Pak Eddy di Diskominfo sangat tepat. Pengalaman beliau dalam mengelola data kependudukan akan mempermudah koordinasi lintas OPD," ujar Yona pada Kamis (2/4/2026).

Lebih lanjut, Diskominfo kini memegang peran vital sebagai ujung tombak program Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Keberhasilan program ini, sangat bergantung pada kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi data secara efektif demi pelayanan publik yang tepat sasaran.

Urgensi Rotasi Birokrasi di Surabaya

Berdasarkan data yang dihimpun, Pemkot Surabaya di bawah kepemimpinan Wali Kota Eri Cahyadi, memang kerap melakukan evaluasi mendalam terhadap capaian kinerja OPD setiap triwulan. Langkah ini diambil, untuk memastikan serapan anggaran dan efektivitas program bantuan sosial berjalan linear dengan kebutuhan masyarakat.

Rotasi 78 pejabat Pemkot Surabaya ini mencakup berbagai level, mulai dari posisi strategis di tingkat kedinasan hingga pejabat struktural di tingkat wilayah. Fokus utamanya tetap pada percepatan digitalisasi pelayanan, dan integrasi data kemiskinan melalui platform terpadu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.