Jawab Kebutuhan Dokter Spesialis di Riau, FK Unri Resmikan 5 Prodi Baru
M Iqbal April 02, 2026 10:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Riau kini semakin banyak pilihan dengan hadirnya lima program studi baru yang diluncurkan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (FK Unri), Kamis (2/4/2026). Penambahan ini sekaligus memperkuat posisi FK Unri dalam mendukung kebutuhan tenaga dokter spesialis di daerah.

Kelima program studi yang diluncurkan tersebut meliputi Urologi, Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (DVE), Neurologi, Ilmu Penyakit Dalam, serta Ilmu Kesehatan Anak. Dengan tambahan ini, FK Unri kini telah memiliki total 10 program pendidikan dokter spesialis.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Riau, Mexsasai Indra dalam sambutannya secara daring menyampaikan bahwa pembukaan program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto di sektor kesehatan.

"Kebijakan ini bertujuan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis, memperluas akses pendidikan spesialis di daerah, serta mendorong pemerataan layanan kesehatan secara nasional," kata Mexsasai Indra dalam kesempatan itu.

Ia menambahkan, selama ini Indonesia, termasuk wilayah Riau dan Kepulauan Riau, masih menghadapi keterbatasan jumlah dokter spesialis serta distribusi yang belum merata, terutama di tingkat kabupaten dan kota.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Nopriadi mengapresiasi langkah Universitas Riau dalam membuka program spesialis tersebut. Menurutnya, pembukaan program ini bukan perkara mudah karena membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, fasilitas, serta dukungan berbagai pihak.

"Kita berharap lulusan dari program ini dapat menjadi motor penggerak transformasi sektor kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar daerah," imbuhnya.

Dekan FK Unri, Dr. dr. TB Odih Rhomdani Wahid, Sp.BA., Subsp.DA(K)., FIAPS., MKM., CMC., FISQua mengatakan, pembukaan lima program studi baru ini merupakan bagian dari program mandatori pemerintah pusat dalam mempercepat pemenuhan kebutuhan dokter spesialis secara nasional.

Ia menyebutkan, penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis tidak bisa dilakukan sendiri oleh fakultas, melainkan harus berkolaborasi dengan rumah sakit pendidikan. Sekitar 95 persen proses pendidikan spesialis, kata dia, berlangsung di rumah sakit.

"Untuk FK Unri, rumah sakit pendidikan utama adalah RSUD Arifin Achmad milik Pemerintah Provinsi Riau, yang juga didukung rumah sakit satelit dan afiliasi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau," jelasnya.

Selain lima program baru, sebelumnya FK Unri telah memiliki lima program spesialis lainnya, yakni Pulmonologi dan Respirasi, Obstetri dan Ginekologi, Ilmu Anestesi, Ilmu Bedah, serta Kedokteran Layanan Primer.

Dalam menjaga mutu pendidikan, FK Unri juga menggandeng sejumlah perguruan tinggi sebagai pengampu, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, dan Universitas Sumatera Utara, guna memastikan kualitas lulusan tetap terjaga.

Direktur Utama RSUD Arifin Achmad, Yusi Prastiningsih menyampaikan komitmennya dalam mendukung program ini. Ia menegaskan bahwa rumah sakit siap menjadi tempat pembelajaran sekaligus pelayanan kesehatan bagi peserta didik.

Ketua pelaksana kegiatan, Riki Sukiandra, menambahkan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak penting bagi FK Unri. Ia juga mengungkapkan bahwa pendaftaran PPDS untuk semester gasal akan dibuka mulai 6 April hingga pertengahan Mei 2026 untuk seluruh program studi, sekaligus mengajak putra-putri terbaik daerah untuk bergabung dan berkontribusi di bidang kesehatan. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.