PMI Asal Serang Banten Meninggal di Arab Saudi, Diduga Jatuh dari Lantai 5
Abdul Rosid April 02, 2026 11:07 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Muhammad Uqel

TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Siti Mujiah (39) asal Kampung Ragas, Desa Purwadadi, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, dikabarkan meninggal dunia di Arab Saudi.

Belum diketahui penyebab pasti meninggalnya Mujiah tersebut, namun saat ini jenazah korban telah tiba di rumah duka pada Rabu (1/4/2026) kemarin.

Ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Provinsi Banten Maftuh Hafi Salim membenarkan adanya kejadian tersebut.

Baca juga: Polda Banten Tutup Permanen Arena Sabung Ayam di Walantaka Kota Serang

"Iya, terjatuh dari lantai 5 di Al Khobar, Arab Saudi," ujarnya kepada TribunBanten.com, Kamis (2/4/2026).

Ia mengatakan saat ini jenazah korban telah diurus dan dipulangkan ke kediaman almarhumah.

"Pihak keluarga alhamdulillah dikawal oleh UPT KP2MI Banten," ucapnya.

Paman korban, Suwandi, menjelaskan sebelum meninggal, sekitar tiga bulan lalu almarhumah sudah memberikan informasi kepada suaminya bahwa dirinya di sana sedang sakit.

Kemudian korban meminta pihak suami agar memohon kepada sponsor untuk memulangkannya ke Indonesia.

"Suaminya kemudian memohon kepada pihak sponsor berkali-kali, tapi sponsor kurang memperhatikan alias tidak mengindahkan," ujarnya.

Kemudian kondisi korban semakin memburuk dan sudah tidak sanggup bekerja, sementara pihak syarikah (perusahaan) selalu memaksa dirinya bekerja.

Bahkan, kata dia, ketika menolak akan mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan.

"Misalkan tidak dikasih makan, dijauhkan dari teman-temannya, dan dia pun berobat hanya ketika pegang uang sendiri atau biaya sendiri. Ketika sudah tidak pegang uang, dia tidak berobat lagi," katanya.

Kemudian suaminya berkali-kali memohon kembali kepada pihak sponsor yang kemudian pada 8 Februari almarhumah dipaksa membuat video untuk mengakui dirinya sehat dan siap mengambil kontrak 2 atau 3 tahun.

"Setelah bikin video itu, selang dua hari memberikan kabar kepada suaminya bahwa dirinya mau bekerja dan dia dipindahkan ke syarikah cabang yang ada di Dammam. Katanya dua hari lagi mau diambil majikan," katanya.

Setelah itu suaminya putus kontak dengan Mujiah, sebab handphone-nya dirampas pihak syarikah.

Utusan tersebut diminta untuk memberikan penjelasan kepada keluarga terkait kejadiannya. Namun saat diminta foto jenazah dan bukti autopsi tidak diberikan.

"Foto jenazahnya mana, dan bukti daripada autopsinya juga mana, itu semua ditutupi sama beliau. Tidak memberikan penjelasan apa pun," katanya.

Saat ini ketika kabar tersebut ramai, pihak sponsor malah sulit dihubungi. Pihaknya pun kemudian memilih menempuh jalur sesuai dengan prosedur.

"Jadi kemungkinan korban jatuh tanggal 17 Februari, selang sembilan hari disampaikan kepada pihak keluarga mungkin karena takut, atau tidak tahu cara menyampaikannya. Kita tanya karena jatuh atau apa mereka tidak jawab," ucapnya.

Namun yang pasti Mujiah bukan jatuh saat melarikan diri, karena sebelumnya jelas informasi bahwa korban akan dipekerjakan di Dammam di majikan baru dan sedang menunggu jemputan.

"Artinya, dua hari itu pas begitu dijemput oleh pihak majikan, kemungkinan dia tidak mampu bekerja atau majikan kesal atau bagaimana, ya memang terjadilah hal seperti itu. Jadi intinya akibat sponsor membangkang saja, kalau tidak membangkang tidak mungkin terjadi," tuturnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.