BRIN Gelar Pelatihan Olah Limbah Popok di Medan, Tekan Pencemaran dan Buka Peluang Ekonomi
Ayu Prasandi April 02, 2026 11:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar pelatihan pemanfaatan limbah popok di Kota Medan, Kamis (2/4/2026).

Kegiatan yang diadakan di Hotel Emerald tersebut diadakan sebagai upaya menekan pencemaran lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sofyan Tan, mengatakan penggunaan popok sekali pakai terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan.

“Dulu masyarakat menggunakan popok kain yang bisa dicuci dan digunakan kembali. Sekarang, karena kesibukan dan gaya hidup praktis, popok sekali pakai menjadi pilihan utama, bahkan tidak hanya untuk bayi, tetapi juga lansia,” ujarnya.

Namun, di balik kepraktisan tersebut, muncul persoalan baru dalam pengelolaan limbah.

Sofyan Tan menyoroti masih banyaknya masyarakat yang membuang popok bekas sembarangan, termasuk ke sungai dan saluran air.

Menurutnya, kebiasaan ini tidak hanya merusak pemandangan, tetapi juga memicu pencemaran lingkungan, penyumbatan drainase, hingga banjir. Limbah popok juga berpotensi menimbulkan penyakit karena mengandung kotoran serta zat kimia berbahaya.

“Kalau dibuang ke sungai, bukan hanya soal estetika, tapi juga kesehatan. Air sungai masih dimanfaatkan masyarakat, dan limbah ini bisa mencemari ekosistem, termasuk ikan yang dikonsumsi,” katanya.

Ia juga membandingkan dengan negara maju, di mana kebersihan sungai menjadi indikator kualitas lingkungan.

Di sana, kawasan bantaran sungai umumnya ditata menjadi ruang publik seperti taman dan jalur pejalan kaki, bukan permukiman padat.

Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan berbagai cara pemanfaatan limbah popok agar tidak hanya menjadi sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Popok bekas diketahui memiliki kandungan serat dan bahan penyerap (super absorber) yang dapat dimanfaatkan, antara lain sebagai media tanam dan budidaya jamur karena mampu menyimpan kelembapan.

Namun, pemanfaatan ini harus dilakukan dengan prosedur yang benar agar tetap aman.

Peneliti Ahli Utama BRIN, Sri Wahyono, menjelaskan terdapat tiga tahapan penting dalam pengolahan limbah popok.
Pertama, popok harus dibersihkan dengan cara dibilas untuk menghilangkan kotoran padat dan cair yang mengandung patogen berbahaya.

Kedua, popok dikeringkan di bawah sinar matahari agar lebih higienis serta memudahkan proses pemisahan bahan.

Ketiga, popok dipilah dan disimpan terpisah dari sampah lain karena termasuk kategori limbah residu.

“Pengelolaan limbah popok tidak bisa sembarangan karena di dalamnya ada lapisan plastik, bahan penyerap, serta kontaminasi biologis dari kotoran manusia,” jelasnya.

Ia menambahkan, bahan penyerap dalam popok memiliki kemampuan mengikat air sangat kuat sehingga menyulitkan proses daur ulang jika tidak ditangani dengan tepat.

Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan semakin sadar untuk tidak membuang popok sembarangan dan mulai memilah sampah dari rumah tangga.

Selain itu, pemanfaatan limbah popok juga dinilai berpotensi menjadi bagian dari ekonomi sirkular, di mana sampah dapat diolah kembali menjadi produk bernilai guna.

(cr26/tribun-medan.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.