TRIBUNKALTIM.CO - Nama Alwi Farhan masuk daftar wakil tunggal putra di Badminton Asia Championships (BAC) 2026.
Laga Badminton Asia Championships (BAC) 2026 akan digelar di Qingdao, China 7-12 April 2026.
Persaingan di nomor tunggal putra jelang BAC 2026 sangat ketat.
Mulai dari awal tahun, juara tunggal putra di sejumlah turnamen super series BWF diraih pemain yang berbeda.
Baca juga: Jadwal Badminton Asia Championships 2026, Sabar/Reza Ungkap Persaingan Ganda Putra dan Target
Pada Malaysia Open 2026, Kunlavut Vitidsarn (Thailand) menjadi juara, lalu Lin Chun Yi (Taiwan) naik podium kampiun pada India Open 2026 dan All England Open 2026.
Selanjutnya, Alwi Farhan juarai Indonesia Masters 2026, diikuti Moh Zaki Ubaidillah pada Thailand Masters 2026.
Disusul Christo Popov menjadi kampiun German Open 2026, Yushi Tanaka (Jepang) dan Alex Lanier (Prancis) yang masing-masing maraih titel pada Swiss Open dan Orleans Masters 2026.
"Seru, siapa yang menyangka Li Chun Yi bisa menjadi juara All England, tidak menutup kemungkinan semua pemain," kata Alwi kepada media.
"Mau umur dan ranking berapa, mau pengalamannya seperti apa, siapa yang berani memutuskan di lapangan, saya rasa itulah yang paling layak untuk menjadi seorang juara."
"Perjalanan masih sangat amat panjang. Saya tidak akan pernah tahu kapan lagi mendapat kesempatan juara."
"Setiap kali saya mendapat kesempatan bermain, saya akan habis-habisan untuk bisa menjadi seorang juara. Semoga lain waktu dan lain kesempatan, bisa tampil lagi lebih maksimal dan mengeluarkan lagi kemampuan terbaik sehingga menjadi juara."
Alwi mengakui bahwa setiap pertandingan menjadi kesempatan menimba pengalaman.
"Kita ambil contoh Kunlavut, setiap kali saya sudah hampir menang, tetapi tidak jauh lagi poinnya. Alurnya tidak akan bisa ditebak.
Kemarin saat saya melawan Li Shi Feng, dia memang baru pulih dari cedera, tetapi saya rasa dia pemain yang cukup berbeda," ucap Alwi.
"Dia punya gelar Asian Games dan All England.Tetapi, disitu saya bisa menantang diri saya sejauh mana kemampuan saya. Alhamdulillah saya bisa melewatinya."
"Tetapi, saat final (Swiss Open) ketika secara ranking di atas kertas lebih di atas Yushi tapi tak ada yang tahu saya bisa kalah meski triple kill tunggal putra Indonesia di luar prediksi."
"Kami tidak akan pernah tahu alurnya bagaimana. Saya mencoba lebih baik dari kemarin."
"Kejuaraan Asia memang teritoralnya Asia. Kalau secara ranking yang digaris bawahi pada pemain Eropa ada 3-4 orang. Eropa kalau bermain pada 32 besar, saya bisa bilang Christo (Popov), Alex (Lanier), (Anders) Antonsen, Toma (Junior Popov) dan (Rasmus) Gemke."
"Jadi, tidak jauh berbeda. Asia kiblat bulu tangkis dunia. Tetapi, sekarang sudah mulai menyeluruh. Seru, tetapi tidak akan mudah juga."
Alwi menjelaskan sisi mana yang harus diperbaiki dalam performanya menjelang Kejuaraan Asia 2029, 7-12 April.
"Dari konsistensi, performa yang bagus kunci pemikiran yang bagus. Tanpa pemikiran yang bagus, saya tidak akan bisa perform," ujar Alwi.
"Performa itu berdasar dari konsistensi. Semua yang terjadi di lapangan karena konsistensi. Itu saya coba belajar terus dan itu menjadi poin penting bagi saya."
"Ambil contoh dari orang-orang hebat, dia selalu berpikir positif, berpikir apa yang bisa menjadi kenyataan karena kalau kita punya mimpi pasti bergairah untuk mengikuti mimpi."
"Tidak ada yang salah dengan mimpi. Mimpi bisa dikejar karena semua orang dari tidak punya apa-apa bisa menjadi apa-apa."
"Jadi, saya mencoba bermimpi dan saya akan membenarkan untuk perjuangan apa. Mimpi paling tinggi adalah Juara Olimpiade."
Disinggung soal target medali pada Kejuaraan Asia 2026, Alwi ingin meraih medali.
"Saya ingin dan semoga Allah bantu ingin medali. Tidak terlalu muluk, tetapi juga realistis, bisa dikejar, bisa diusahakan, pasti berat.
Nanti kita lihat akan seperti apa. Semoga saya bisa mendapatkan itu (medali)," aku Alwi.
Juara Dunia Junior 2023 itu menjelaskan performanya bisa menanjak juga terbantu dengan persaingan di pelatnas PBSI.
"Persaingan kami bagus. Setiap hari kami selalu ada sparring meski saya sama Ubed. Ya saya bisa berdiri di sini sekarang karena persaingan di dalam (Pelatnas) cukup ketat," kata Alwi.
"Tidak pernah semuanya merasa nyaman karena disini saling tarik-tarikan. Ibarat Lin Dan kalau tidak ada Lee Chong Wei, mungkin Lin Dan tidak bisa semaksimal itu.
"Itu sudah menjadi alur yang bagus untuk tunggal putra karena selalu ada tolok ukur, ada acuan untuk bisa menjadi lebih baik lagi ke depan."
---Babak Kualifikasi---
Tunggal Putra
Grup A: Moh Zaki Ubaidillah, Bharat Latheesh (UEA), Dmitriy Panarin (Kazakhstan)
Tunggal Putri
Grup B: Thalita Ramadhani Wiryawan, Lo Sin Yan Happy (Hong Kong), Pui Chi Wa (Makau)
---Babak 32 besar---
Tunggal Putra
Tunggal Putri
Ganda Putra
Ganda Putri
Ganda Campuran
Baca juga: Jadwal Badminton Asia Championships 2026, Tantangan Fajar/Fikri dan Raymond/Joaquin di BAC
(*)